Ilmuwan Mekanika Kuantum dari Inggris, Prancis dan AS, Raih Nobel Fisika 2025
📅 Rabu, 08 Okt 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiDalam rangkaian tersebut, komponen superkonduktor dipisahkan oleh lapisan tipis material non-konduktif, suatu pengaturan yang dikenal sebagai sambungan Josephson.
Dengan menyempurnakan dan mengukur berbagai sifat rangkaian mereka, mereka mampu mengendalikan dan mengeksplorasi fenomena yang muncul ketika arus mengalir melaluinya.
Bersama-sama, partikel bermuatan yang bergerak melalui superkonduktor membentuk sistem yang berperilaku seolah-olah mereka adalah satu partikel tunggal yang mengisi seluruh rangkaian.
Sistem seperti partikel makroskopis ini awalnya berada dalam keadaan di mana arus mengalir tanpa tegangan. Sistem terperangkap dalam keadaan ini, seolah-olah berada di balik penghalang yang tidak dapat dilewatinya.
Dalam eksperimen tersebut, sistem menunjukkan karakter kuantumnya dengan berhasil keluar dari keadaan tegangan nol melalui penerowongan. Perubahan keadaan sistem dideteksi melalui munculnya tegangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Sungguh luar biasa dapat merayakan bagaimana mekanika kuantum yang telah berusia seabad terus menawarkan kejutan baru,” ujar Olle Eriksson, Ketua Komite Nobel Fisika.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!