Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Diplomat Russia Akui Upaya Damai Ukraina Gagal Total Usai Pertemuan Putin dan Trump di Alaska

📅 Rabu, 08 Okt 2025, 20:00 WIB | Oleh:
Diplomat Russia Akui Upaya Damai Ukraina Gagal Total Usai Pertemuan Putin dan Trump di Alaska Doc: Reuters

JAKARTA — Upaya untuk mencapai kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina dikabarkan menemui jalan buntu. Seorang pejabat tinggi Rusia menyebut, momentum perdamaian yang muncul setelah pertemuan antara Presiden Vladimir Putin dan Presiden Donald Trump pada Agustus lalu kini telah memudar.

Pertemuan bersejarah antara kedua pemimpin dunia itu berlangsung di pangkalan Angkatan Udara era Perang Dingin di Anchorage, Alaska, pada 15 Agustus, dengan tujuan untuk mencari jalan keluar dari konflik bersenjata paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II. Namun, menurut Moskow, harapan yang sempat tumbuh kini kembali redup.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov, yang menangani urusan hubungan dengan Amerika Serikat dan pengendalian senjata, menuding negara-negara Eropa yang mendukung Ukraina telah menggagalkan seluruh proses perdamaian. “Sayangnya, kita harus mengakui bahwa momentum kuat Anchorage dalam mendukung kesepakatan sebagian besar telah habis oleh upaya para penentang dan pendukung perang,” ujar Ryabkov, dikutip kantor berita Rusia, Rabu (8/10).

Ia menambahkan, aktivitas politik dari negara-negara Eropa Barat dianggap menjadi penghambat utama tercapainya perdamaian. “Ini adalah hasil dari kegiatan-kegiatan yang merusak, terutama yang dilakukan oleh orang-orang Eropa,” kata Ryabkov menegaskan.

Seperti diketahui, Putin mengirim pasukan ke Ukraina pada Februari 2022, memicu perang darat terbesar di Eropa sejak berakhirnya Perang Dunia II. Konflik tersebut telah menimbulkan ketegangan geopolitik ekstrem antara Rusia dan negara-negara Barat yang mendukung Kyiv, termasuk anggota aliansi militer NATO.

Bagi para pemimpin Eropa Barat dan Ukraina, invasi Rusia dipandang sebagai upaya perampasan wilayah bergaya kekaisaran. Mereka berkomitmen untuk terus memperkuat bantuan militer dan ekonomi bagi Kyiv hingga pasukan Rusia benar-benar mundur dari wilayah Ukraina. Sebaliknya, Putin menuduh Barat mengabaikan kekhawatiran keamanan Rusia, terutama terkait perluasan pengaruh NATO ke wilayah bekas Uni Soviet setelah keruntuhannya pada 1991.

Sementara itu, Presiden Donald Trump, yang sebelumnya menilai Ukraina seharusnya menyerahkan sebagian wilayahnya untuk menghentikan perang, mengaku kecewa terhadap sikap Putin. Dalam beberapa pernyataannya, Trump bahkan menyebut Rusia sebagai macan kertas karena gagal menunjukkan niat nyata untuk mengakhiri konflik.

Dalam pernyataannya, Ryabkov juga menyoroti potensi kehadiran rudal Tomahawk buatan AS di Ukraina. Ia menegaskan bahwa hal tersebut akan menjadi perubahan kualitatif yang dapat memperburuk situasi geopolitik secara signifikan.

“Langkah itu akan menjadi titik baru eskalasi, yang akan mempersulit segala bentuk negosiasi di masa mendatang,” ujarnya.

Di sisi lain, Trump menyatakan kehati-hatiannya dalam mendukung pengiriman rudal Tomahawk ke Ukraina. Menurutnya, ia ingin mengetahui lebih dulu bagaimana Ukraina akan memanfaatkannya sebelum memberi persetujuan.

“Saya tidak ingin meningkatkan perang,” ucapnya awal pekan ini dalam konferensi pers di Washington.

Hingga kini, tidak ada tanda-tanda bahwa gencatan senjata akan segera tercapai. Baik Moskow maupun Kyiv masih saling menuding pihak lawan atas kebuntuan diplomasi yang terjadi. Dengan melemahnya inisiatif perdamaian Anchorage, harapan dunia terhadap berakhirnya perang tampaknya kembali menjauh.

Konflik yang telah berlangsung selama lebih dari tiga tahun itu kini menjadi ujian besar bagi stabilitas global dan diplomasi internasional. Meski retorika perdamaian masih terus digaungkan, fakta di lapangan menunjukkan bahwa perang di Ukraina belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...

Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp98.600 per Kg

33 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Merah Tem...

Sekjen PBB Serukan Deeskalasi di Yaman

40 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Serukan Deeskala...
Advertisement
Tanggapan Gibran terkait Putusan MK soal Keabsahan Ijazah SMA Miliknya

Tanggapan Gibran terkait Putusan MK soal Keabsahan Ijazah SMA Miliknya

07 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.