Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wagub Rano Dorong Jakarta Jadi Kota Sinema Belajar dari Busan

📅 Rabu, 07 Okt 2026, 17:50 WIB | Oleh:
Wagub Rano Dorong Jakarta Jadi Kota Sinema Belajar dari Busan Doc: Pemprov DKI Jakarta
Ket. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menghadiri pembukaan dan red carpet Busan International Film Festival (BIFF) ke-31 di Busan Cinema Center, Busan, Korea Selatan, Selasa (6/10/2026) malam.

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menghadiri pembukaan dan red carpet Busan International Film Festival (BIFF) ke-31 di Busan Cinema Center, Busan, Korea Selatan, Selasa (6/10/2026) malam. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperluas jejaring internasional sekaligus mempelajari pengembangan ekosistem perfilman dari salah satu pusat industri film di Asia.

BIFF ke-31 berlangsung pada 6-15 Oktober 2026 dan tahun ini menghadirkan 247 film dari 59 negara. Dua film Indonesia, yakni "Ibuku" karya Eddie Cahyono dan "Laut Bercerita" karya Yosep Anggi Noen, turut masuk dalam kompetisi utama festival tersebut.

Rano hadir sebagai delegasi Pemprov DKI Jakarta dengan mengenakan busana Syahbandar. Baginya, kehadiran di Busan tidak hanya menjadi bagian dari agenda kebudayaan, tetapi juga kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana sebuah kota membangun ekosistem perfilman yang terintegrasi.

Busan menjadi salah satu kota yang menarik untuk dipelajari Jakarta karena sejak 2014 ditetapkan UNESCO sebagai Creative City of Film. Pengembangan tersebut tidak hanya bertumpu pada festival film, tetapi juga mencakup pendidikan, infrastruktur, dukungan produksi, pasar film, serta jejaring internasional.

Rano mengatakan Jakarta mulai membangun fondasi menuju kota sinema melalui sejumlah langkah, termasuk pembentukan Jakarta Film Commission (JFC), dukungan terhadap festival dan pelaku industri, serta penguatan sumber daya manusia perfilman. Menurutnya, pengalaman Busan dapat menjadi referensi bagi Jakarta dalam memperkuat ekosistem tersebut.

"Kita berada di jalan dan jalur yang benar. Cuma memang perlu waktu," ujar Rano dalam rangkaian diskusi mengenai pengembangan ekosistem perfilman Jakarta.

Upaya memperkuat ekosistem perfilman tersebut dilanjutkan Rano melalui agenda pada Rabu (7/10) dengan melakukan visitasi dan pertemuan di Busan Asian Film School serta Busan Cinema Center. Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama dalam pengembangan talenta, pendidikan produser, pengembangan proyek film, sistem mentoring, hingga mekanisme yang mempertemukan proyek film dengan produser, buyer, dan calon investor internasional.

Rano juga membuka peluang agar talenta muda Jakarta memperoleh akses lebih luas terhadap pendidikan dan jejaring perfilman internasional. Salah satu gagasan yang dibahas adalah menghubungkan program pengembangan sumber daya manusia Jakarta dengan institusi pendidikan film di Busan.

"Apakah ada kemungkinan student dari Jakarta bisa sekolah di sini dan biaya pendidikannya didukung Pemerintah Jakarta? Kita bisa melihat talent-talent dari Jakarta, termasuk dari IKJ maupun mereka yang muncul melalui festival," tuturnya.

Menurut Rano, pengembangan industri film tidak cukup hanya dengan meningkatkan jumlah produksi. Jakarta juga perlu menyiapkan talenta yang memiliki kemampuan menulis, menyutradarai, memproduksi, mengelola proyek, hingga memahami pasar perfilman internasional.

Di Busan Cinema Center, delegasi Jakarta juga melihat bagaimana infrastruktur perfilman dapat menjadi bagian dari kehidupan kota. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pengembangan industri film dapat berjalan beriringan dengan pengembangan ruang kota dan penguatan identitas budaya.

Agenda Rano kemudian berlanjut melalui pertemuan dengan Busan Film Commission. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas perkembangan Jakarta Film Commission sekaligus peluang kerja sama antarkota dalam fasilitasi produksi, pengembangan lokasi syuting, peningkatan kapasitas pekerja film, dan penguatan jejaring film commission di kawasan Asia.

Rano mengatakan Jakarta datang ke Busan bukan sekadar untuk melihat keberhasilan kota lain, tetapi juga mempelajari proses yang membuat Busan mampu membangun ekosistem perfilman seperti saat ini. Pengalaman tersebut diharapkan dapat membantu Jakarta mengukur kesiapan dan memperkuat berbagai langkah yang telah dimulai.

"Saya ingin tahu bagaimana awalnya Busan membangun ini sampai menjadi seperti sekarang agar Jakarta juga bisa menjadi kota film," ungkapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...

Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp98.600 per Kg

59 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Merah Tem...

Sekjen PBB Serukan Deeskalasi di Yaman

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Serukan Deeskala...
Advertisement
Tanggapan Gibran terkait Putusan MK soal Keabsahan Ijazah SMA Miliknya

Tanggapan Gibran terkait Putusan MK soal Keabsahan Ijazah SMA Miliknya

07 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.