Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Apindo Soroti Dampak Besar! ‘US Government Shutdown’ Jadi Batu Sandungan Baru Negosiasi Tarif RI-AS

📅 Rabu, 08 Okt 2025, 17:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Apindo Soroti Dampak Besar! ‘US Government Shutdown’ Jadi Batu Sandungan Baru Negosiasi Tarif RI-AS Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi - Gedung Putih, Amerika Serikat.

JAKARTA – Penutupan sementara pemerintahan Amerika Serikat (US government shutdown) berdampak lebih luas dari sekadar urusan domestik Negeri Paman Sam.

Salah satunya adalah tertundanya proses negosiasi tarif perdagangan antara Indonesia dan AS, yang seharusnya menjadi momentum penting memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.

Situasi ini menunjukkan betapa sensitifnya kerja sama dagang terhadap dinamika politik di Washington. Bagi Indonesia, keterlambatan ini bisa menunda peluang peningkatan ekspor ke pasar AS, terutama bagi sektor-sektor strategis seperti tekstil, alas kaki, dan produk manufaktur.

Namun di sisi lain, penundaan ini memberi waktu bagi pemerintah untuk mematangkan posisi tawar dan strategi negosiasi agar hasil akhir lebih menguntungkan ketika pembicaraan kembali dilanjutkan.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani menilai penutupan sementara pemerintahan Amerika Serikat (US government shutdown) turut menghambat kelanjutan negosiasi tarif perdagangan antara Indonesia dan AS.

“Jadi tentunya itu ada dampaknya juga ya karena saat ini kan pemerintah masih meneruskan negosiasi tarif Trump,” kata Shinta saat ditemui dalam Investor Daily Summit 2025 di Jakarta, Rabu (8/10).

Pemerintah Indonesia saat ini tengah melanjutkan proses negosiasi dengan AS agar tarif impor 19 persen terhadap beberapa komoditas strategis dapat diturunkan atau dihapuskan.

Komoditas tersebut meliputi komoditas seperti kelapa sawit, karet, dan kakao, yang menjadi prioritas utama dalam pembahasan.

“Jadi walaupun kemarin sudah ditetapkan tarif 19 persen, tapi kita masih melanjutkan juga dengan terus menegosiasikan tambahan-tambahan penurunan tarif terutama dari produk-produk yang tidak diproduksi di Amerika, dan diproduksi di Indonesia dan dibutuhkan oleh Amerika,” ujarnya.

Dari sisi pelaku usaha, Shinta berharap pemerintah kedua negara dapat segera mencapai kesepakatan tarif yang lebih menguntungkan.

“Kami harap dalam waktu dekat bisa ada kesepakatan tapi ya jelas dengan adanya shutdown di Amerika ya mungkin ada imbasnya juga ya,” tambahnya.

Adapun Airlangga Hartarto mengakui bahwa penutupan pemerintahan AS berdampak langsung terhadap proses negosiasi tarif tersebut. Menurutnya, pembahasan tarif untuk sejumlah komoditas strategis asal Indonesia saat ini terhenti.

“Jadi tim negosiasi berunding melalui Zoom, tetapi dengan adanya shutdown di Amerika, itu termasuk kita juga kena. Kena shutdown, artinya negosiasinya sementara terhenti,” ujar Airlangga.

Meski demikian, pemerintah berupaya mempercepat komunikasi dengan pihak Kantor Perwakilan Dagang AS atau United States Trade Representative (USTR) untuk mendapatkan kepastian jadwal lanjutan negosiasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Pemimpin Korut Bertekad Per...
Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Luar Negeri
Wabah Ebola Kongo Tembus 1....
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.