Pemkot Yogyakarta Luncurkan GeoTaktis, Perkuat Kebijakan Berbasis Data dan Wilayah
📅 Selasa, 07 Okt 2025, 17:30 WIB | Oleh: Eko S“Melalui sistem ini, data sektoral dioverlay dengan data kependudukan yang terdiri dari data penduduk dan keluarga, sehingga menghasilkan gambaran yang lebih komprehensif untuk perencanaan dan pengambilan keputusan,” terangnya.
Dalam sistem BIJAK juga terdapat fitur Biotaktis, yakni penyajian data bio-spasial penduduk berisiko yang diidentifikasi dari berbagai atribut keluarga, seperti faktor kesehatan, sosial, ekonomi, dan lingkungan.
“Keluarga berisiko perlu mendapat perhatian khusus untuk mencegah munculnya masalah kesehatan seperti stunting. Dengan identifikasi dan penanganan yang tepat, mereka dapat dibimbing untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.
Melalui Biotaktis, data lintas sektor diolah menjadi wawasan taktis yang menampilkan peta spasial hingga ke tingkat kemantren, kelurahan, RT/RW, bahkan titik koordinat individu, lengkap dengan data agregat untuk analisis makro. Sistem juga menyediakan data By Name By Address (BNBA) yang hanya dapat diakses oleh pimpinan untuk kebutuhan strategis.
Sebaiknya Anda baca juga:
Septi menambahkan, pengembangan GeoTaktis melibatkan kolaborasi lintas sektor antara Bappeda, DP3AP2KB, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, DLH, serta BKAD.
Sementara itu, Kepala Diskominfosan Kota Yogyakarta Ignatius Trihastono menegaskan bahwa seluruh pemanfaatan data dilakukan dengan mengedepankan prinsip perlindungan data pribadi dan akuntabilitas publik.
“Karena bersinggungan dengan regulasi informasi publik, setiap sektor yang mengakses atau menggunakan data wajib memiliki perjanjian kerja sama dan non-disclosure agreement (NDA). Dengan demikian, jelas siapa yang memanfaatkan data dan siapa yang bertanggung jawab atas penggunaannya,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menutup dengan menegaskan tiga aspek utama digitalisasi data di Kota Yogyakarta, yakni integrasi data, perlindungan data pribadi, dan akuntabilitas pemanfaatan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!