Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Yogyakarta Luncurkan GeoTaktis, Perkuat Kebijakan Berbasis Data dan Wilayah

📅 Selasa, 07 Okt 2025, 17:30 WIB | Oleh:
Pemkot Yogyakarta Luncurkan GeoTaktis, Perkuat Kebijakan Berbasis Data dan Wilayah Doc: Dok. Pemkot Yogya

YOGYAKARTA - Pemerintah Kota Yogyakarta resmi meluncurkan GeoTaktis, sistem data terintegrasi yang memadukan data sektoral dengan data kependudukan guna memperkuat pengambilan keputusan berbasis bukti dan wilayah. Peluncuran dilakukan oleh Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo didampingi Wakil Wali Kota Wawan Harmawan di Ruang Yudistira, Balai Kota Yogyakarta, Senin (6/10).

Sistem GeoTaktis menjadi inovasi baru dalam tata kelola data pembangunan yang lebih akurat, dinamis, dan berdaya guna. Pengembangannya dilakukan melalui kolaborasi lintas perangkat daerah di bawah koordinasi Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfosan) sebagai wali data, serta dimoderatori oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

Wali Kota Hasto menekankan bahwa pengelolaan data yang akurat dan berkelanjutan menjadi fondasi penting dalam pengambilan kebijakan publik.

“Kalau saya sebagai dokter, data itu sama seperti diagnosis, sedangkan program itu terapinya. Kalau datanya tidak ada, apalagi data real-time, itu seperti dokter yang tidak tahu diagnosis pasiennya. Bagaimana mau mengobati?” ujarnya.

Hasto menilai, dengan pengembangan data geospasial, Pemkot Yogyakarta telah melangkah lebih maju. Ia berharap aparatur pemerintah dapat semakin terampil menginterpretasikan serta meng-overlay data dari berbagai sumber agar hasil analisis mudah dipahami masyarakat.

“Datanya sudah bagus, hanya saja mereka perlu dilatih agar bisa menjelaskannya dengan sederhana. Saya minta nanti bisa divisualisasikan dalam bentuk gambar, misalnya potret satelit rumah-rumah yang bisa diklik untuk melihat data kepala keluarga, alamat, dan keterangan lainnya,” ungkapnya.

Menurut Hasto, pemanfaatan GeoTaktis akan mempermudah penentuan prioritas intervensi kebijakan, seperti dalam penanganan stunting.

“Misalnya dari 90 anak stunting, ternyata ada lima keluarga yang belum punya jamban sehat. Maka fokusnya kita ke lima keluarga itu dulu. Jadi jelas, terarah, dan cepat,” paparnya.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga validitas data agar tidak sekadar menjadi arsip yang tidak digunakan.

“Kalau data mati, berarti tidak bisa dihubungkan dengan masalah di lapangan, atau datanya bagus tapi tidak dimanfaatkan,” tegasnya.

Hasto menambahkan, kesalahan dalam membaca data bisa berakibat fatal sehingga kehati-hatian mutlak diperlukan. “Kita tidak boleh menyesuaikan data dengan logika sendiri. Harus hati-hati, karena kalau salah menafsir, hasilnya bisa keliru,” ujarnya.

Selain itu, ia mendorong perangkat daerah untuk terus berlatih meng-overlay variabel data agar analisis dapat dilakukan cepat dan efisien. Kemampuan membaca data mikro dan kontinu dinilai penting untuk mengukur kesejahteraan masyarakat secara lebih presisi, termasuk dalam pembagian desil.

“Kalau kita punya data mikro dan data kontinu seperti penghasilan, kita bisa bikin desil, dari desil 1 sampai 10. Jadi nanti masyarakat bisa tahu, masuk desil berapa,” jelasnya.

Kepala Disdukcapil Kota Yogyakarta Septi Sri Rejeki menjelaskan bahwa GeoTaktis merupakan bagian dari platform BIJAK (Business Intelligent untuk Kebijakan Kota Yogyakarta). Aplikasi tersebut dapat diakses melalui laman https://bijak.jogjakota.go.id.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.