Ilmuwan AS dan Jepang Raih Nobel Kedokteran untuk Riset Sistem Kekebalan Tubuh
📅 Selasa, 07 Okt 2025, 01:01 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SPerlmann menyebut AS sebagai "mesin penggerak" penelitian ilmiah di seluruh dunia.
"Akan ada konsekuensi yang sangat serius bagi penelitian global jika mulai tersendat," tambahnya.
"Tidak perlu waktu bertahun-tahun pemotongan dana besar untuk menyebabkan kerusakan yang tak terelakkan."
Sementara itu, Trump tidak merahasiakan fakta bahwa ia ingin memenangkan Nobel Perdamaian.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, para pakar Nobel mengatakan bahwa kebijakan "America First" dan gayanya yang memecah belah membuatnya kecil peluang untuk melawan mereka yang bekerja keras demi tujuan-tujuan yang terlupakan di luar sorotan.
"Itu sama sekali tidak terpikirkan," ujar Oeivind Stenersen, seorang sejarawan yang telah melakukan penelitian dan ikut menulis buku tentang hadiah tersebut, kepada AFP.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!