Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bahas Strategi Keselamatan Penerbangan di Papua, Kemenhub Gelar Mountainous Safety Meeting ke-XII

📅 Selasa, 07 Okt 2025, 14:30 WIB | Oleh:
Bahas Strategi Keselamatan Penerbangan di Papua, Kemenhub Gelar Mountainous Safety Meeting ke-XII Doc: Dok. Istimewa
Ket. Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, Sokhib Al Rokhman

JAYAPURA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengadakan Mountainous Safety Meeting ke-XII di Sentani, Jayapura, pada 6-7 Oktober 2025. Pertemuan tahunan ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan penerbangan di wilayah Papua.

Mengusung tema “Resilience Mountainous Flying: Peningkatan Situational Awareness”, forum ini mempertemukan berbagai pihak terkait untuk mengevaluasi tantangan dan merumuskan langkah konkret dalam meningkatkan keselamatan operasional penerbangan di Papua.

Acara dibuka oleh Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, Sokhib Al Rokhman, dan dihadiri oleh perwakilan dari Direktorat Teknis di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Otoritas Bandar Udara Wilayah IX dan X, KNKT, Unit Penyelenggara Bandar Udara di Papua, politeknik penerbangan, serta perwakilan perusahaan penerbangan seperti Chief Pilot dan Safety Manager.

“Pertemuan ini menjadi ajang untuk mendengar langsung masukan dan tantangan dari para operator di lapangan. Ini penting sebagai dasar evaluasi untuk meningkatkan prosedur dan kebijakan penerbangan ke depan,” ujar Sokhib dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/10).

Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, operator, dan seluruh pemangku kepentingan sangat krusial dalam menciptakan sistem keselamatan yang komprehensif dan berkelanjutan di wilayah Papua yang memiliki medan geografis yang kompleks.

Dalam pertemuan, disampaikan bahwa wilayah Papua yang memiliki kondisi geografis ekstrem dan unik sehingga menimbulkan beberapa tantangan Keselamatan Penerbangan, antara lain:
•⁠  ⁠Kompetensi SDM pilot dalam mengoperasikan pesawat di wilayah pegunungan
•⁠  ⁠Keterbatasan pengawasan operasional internal oleh operator
•⁠  ⁠Minimnya data dan informasi meteorologi
•⁠  ⁠Jangkauan komunikasi dan surveillance yang terbatas
•⁠  ⁠Minimnya prosedur navigasi dan fasilitas bandara perintis
•⁠  ⁠Ancaman keamanan di beberapa wilayah

Adapun langkah-langkah konkret dan strategis yang dilakukan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara yakni :
 • Menerbitkan pedoman operasional penerbangan di area pegunungan tropis melalui Advisory Circular AC 120-09 dan Surat Edaran Keselamatan tentang perawatan sistem pengereman roda pendaratan.
•⁠  ⁠Mendorong penerapan Flight Data Analysis (FDA) untuk pesawat kecil dengan memanfaatkan data dari instrumen avionik pesawat.
•⁠  ⁠Bersama BMKG, menggelar pelatihan observasi cuaca untuk personel bandara perintis dan maskapai penerbangan.
•⁠  ⁠Menyusun prosedur TIBA (Traffic Information Broadcast by Aircraft) dan CTAF (Common Traffic Advisory Frequency) melalui publikasi AIP.
•⁠  ⁠AirNav Indonesia telah meningkatkan layanan surveillance di sektor Timika, Sorong, dan Biak (Tahap I).
•⁠  ⁠AirNav juga telah memperbarui dan mempublikasikan jalur Visual Flight Rules (VFR) untuk Papua.
•⁠  ⁠Melakukan pembaruan data airstrip, verifikasi untuk registrasi bandara, serta melengkapi fasilitas navigasi seperti windshock.

“Melalui forum tahunan ini, Kami berharap semua pihak dapat terus memperkuat kolaborasi demi mewujudkan keselamatan penerbangan yang lebih baik di wilayah Papua, baik dari sisi kebijakan, teknis operasional, maupun peningkatan sumber daya manusia,” tutup Sokhib.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.