Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IMF Sebut Ada Tanda-Tanda Perekonomian Global akan Melambat

📅 Senin, 06 Okt 2025, 02:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
IMF Sebut Ada Tanda-Tanda Perekonomian Global akan Melambat Doc: IMF/Kim Haughton
Ket. Juru Bicara IMF Julie Kozack

JAKARTA - Dana Moneter Internasional atau Internasional Monetary Fund (IMF) menyatakan ada tanda-tanda perekonomian global akan melambat. Selain itu, inflasi bergerak variatif di sejumlah negara lantaran tekanan tarif dan menurunnya permintaan ekspor.

Juru Bicara IMF Julie Kozack mengatakan ekonomi global masih menunjukkan ketahanan dalam menghadapi ketidakpastian tarif.

“Kami melihat pertumbuhan global di paruh pertama tahun ini masih stabil. Tetapi, kini mulai terlihat tanda-tanda perlambatan,” kata Kozack dalam konferensi pers yang dikutip Reuters Jumat (3/10).

Kozack mengakui tarif impor turut mendorong inflasi inti di AS. Di sisi lain, inflasi umum tercatat naik di Inggris, Australia dan Tiongkok. Sedangkan tekanan inflasi di Tiongkok dan beberapa negara Asia lainnya relatif rendah akibat tarif menekan permintaan ekspor mereka.

Berimbas ke Indonesia

Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira mengatakan, proyeksi IMF perlu menjadi perhatian karena tanda perlambatan ekonomi global akibat ketidakpastian tarif berimbas langsung ke Indonesia. Eksportir bingung, harga komoditas jatuh, sementara negosiasi tarif masih terus berlanjut dan berisiko tinggi terhadap kinerja ekspor tahun depan.

“Akibatnya, investasi sebagai motor utama pertumbuhan hanya berputar di aset portfolio atau pasar keuangan. Sementara pembelian mesin, dan bahan baku industri yang berorientasi ekspor masih lesu,”ungkap Bhima.

Setidaknya menurut dia, sedia payung sebelum hujan, tim ekonomi prabowo harus tambah stimulus berupa penurunan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) ke 8 persen, dan menaikkan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) menjadi 7 juta rupiah per bulan serta memberikan bantuan tunai ke kelompok menengah.

Dalam kesempatan lain, peneliti ekonomi Core, Yusuf Rendi Manilet mengatakan, bagi Indonesia, perlambatan ini perlu diantisipasi karena dapat menekan ekspor komoditas seperti batu bara, crude palm oil (CPO), dan nikel, serta memengaruhi sektor manufaktur akibat turunnya permintaan dari mitra dagang utama.

“Meski begitu, fondasi domestik Indonesia masih cukup kuat, terutama dari konsumsi rumah tangga, investasi hilirisasi, dan belanja pemerintah,”ungkap Rendi.

Sebab itu, fokus kebijakan ke depan Ke depan tegasnya fokus kebijakan harus pada menjaga daya beli masyarakat, menstabilkan inflasi, dan memperkuat ketahanan ekonomi domestik agar dampak perlambatan global bisa diminimalkan.

Sementara itu, Direktur Mubyarto Institute, Awan Santosa mengatakan, negara-negara di dunia mencari alternatif pasar ekspor untuk mengurangi kebergantungan terhadap pasar AS. Penyesuaian itu tentu memerlukan waktu sehingga wajar sekira ekonomi masih tumbuh lambat.

“Ekonomi dunia bergerak menuju keseimbangan baru melalui kerja sama dan perdagangan global yang adil dan setara,”ungkap Awan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pemeriksaan Kondisi Lapanga...
Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...
Megapolitan
BlokM Terus Dibenahi, Pelet...
Megapolitan
Harus Dipersiapkan Sejak Di...
Daerah
Sumsel United Siap Menghada...
Luar Negeri
Trump Minta Eropa Lepaskan ...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.