Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perbaiki Tata Kelola SPPG, BGN Latih 1.800 Penjamah Makanan Wilayah Bogor-Sukabumi

📅 Minggu, 05 Okt 2025, 14:55 WIB | Oleh:
Perbaiki Tata Kelola SPPG, BGN Latih 1.800 Penjamah Makanan Wilayah Bogor-Sukabumi Doc: BGN
Ket. BGN menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) bagi 1.800 orang penjamah makanan dari wilayah Bogor dan Sukabumi di Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu-Minggu (4-5/10/2025).

JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) bagi 1.800 orang penjamah makanan dari wilayah Bogor dan Sukabumi, Jawa Barat, untuk memperbaiki tata kelola di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). 

Kegiatan yang berlangsung pada 4-5 Oktober 2025 ini merupakan tindak lanjut atas kejadian keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) dan gangguan pencernaan yang terjadi di beberapa wilayah Provinsi Jawa Barat, sehingga diperlukan peningkatan kapasitas penjamah pangan untuk menjamin standar keamanan pangan di lapangan.

“Keamanan pangan adalah kunci dalam mendukung kesehatan masyarakat. Kami berharap seluruh penjamah makanan lebih disiplin menerapkan standar kebersihan dan sanitasi, sehingga terhindar dari potensi kontaminasi yang dapat menimbulkan keracunan atau penyakit bawaan pangan," ujar Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II BGN Nurjaeni dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu. 

Nurjaeni menegaskan, penjamah makanan berperan penting sebagai garda terdepan untuk memastikan makanan yang disajikan kepada masyarakat terjamin aman dan bergizi.

Ia juga mengingatkan setiap SPPG agar memiliki kesiapan penuh dalam pencegahan kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan melalui penerapan standar ketat, di antaranya memiliki koki bersertifikat, menerapkan rapid test makanan untuk uji keamanan pangan, dan menggunakan filter air untuk air sumur atau air keran.

Selain itu, SPPG juga mesti menggunakan air galon untuk memasak, selalu melakukan sterilisasi ompreng atau food tray, serta memiliki tiga sertifikat sesuai pedoman pemerintah, yakni sertifikat laik higienitas dan sanitasi (SLHS), Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), serta sertifikasi halal.

"Pastikan selalu ada keterlibatan ahli gizi dalam setiap dapur, serta menyediakan CCTV di dapur sebagai upaya transparansi dan pengawasan berkelanjutan," ucap Nurjaeni.

BGN terus berkomitmen memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang pangan, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh makanan yang aman, sehat, dan bergizi.

Bimtek tersebut merupakan langkah awal menuju standardisasi nasional dalam penyelenggaraan dapur sehat SPPG.

Seluruh relawan dan pengelola SPPG diharapkan memiliki pemahaman yang sama tentang standar pelayanan gizi, mulai dari pemilihan bahan, pengolahan, pemorsian, hingga pendistribusian makanan yang higienis dan aman.

Hal tersebut penting menjadi perhatian karena keberhasilan program MBG sangat bergantung pada kinerja para petugas di lapangan, oleh karena itu, peningkatan kapasitas dan pengetahuan tentang keamanan pangan menjadi hal yang mutlak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah that's right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Olahraga
Moto3 GP Jepang 2026: Pemba...

Uzbekistan Kemas Air Mineral 5 Liter Berbentuk Dumbbell

51 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Uzbekistan Kemas Air Minera...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.