Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenpar Luncurkan Program Unik Cobain, Apa Ini

📅 Minggu, 05 Okt 2025, 16:44 WIB | Oleh:
Kemenpar Luncurkan Program Unik Cobain, Apa Ini Doc: ist
Ket. ekonomi kreatif

JAKARTA – Cobain berarti mencoba, bisa makanan, pakaian dst, tapi ternyata ini program yang dikeluarkan Kemenpar dalam rangka menyambut Hari Pariwisata Sedunia 2025. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan mitra co-branding Wonderful Indonesia menghadirkan program daring bertajuk “COBAIN!” (Co-branding Wonderful Indonesia Nanya-nanya!) yang melibatkan partisipasi masyarakat.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Minggu, mengatakan aktivitas itu merupakan hasil kolaborasi dengan para mitra co-branding yang telah berkolaborasi mendukung kemajuan pariwisata Indonesia.

“Momentum Hari Pariwisata Sedunia ini kami jadikan ajakan kepada masyarakat untuk turut ambil bagian dalam gerakan pariwisata yang bukan hanya jalan-jalan, tapi juga peduli terhadap lingkungan dan masa depan, melalui kegiatan pariwisata yang lebih bertanggung jawab,” ujar Made.

Kemenpar mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam kuis berhadiah total 5 juta rupiahuntuk 15 orang yang beruntung dengan menjawab pertanyaan yang ada pada tautan yang menjadi sorotan di akun Instagram @pesona.Indonesia berjudul "COBAIN!". Peserta bisa menjawab pertanyaan tersebut lalu melakukan repost (unggah ulang) konten promosi tersebut melalui Story. 

Kementerian membuka kuis tersebut sejak 27 September hingga 5 Oktober dan mengumumkan pemenang pada 6 Oktober melalui akun yang sama.​​​​​​​ Made mengatakan aktivitas itu sejalan dengan tema Hari Pariwisata Sedunia yang pada tahun ini mengusung tema global "Pariwisata dan Transformasi Berkelanjutan".

Konsep pariwisata itu bertujuan meminimalkan aktivitas pariwisata dari dampak terhadap kerusakan lingkungan, mendukung budaya lokal, dan menciptakan manfaat ekonomi yang adil bagi masyarakat setempat, serta memastikan pengalaman positif bagi semua pihak. "Langkah kecil yang kita lakukan saat berwisata, bisa membuat destinasi lebih lestari untuk generasi nanti," kata Made.

Hal senada disampaikan Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi Pemasaran Kemenpar Firnandi Gufron. Dia mengatakan kegiatan itu selain sebagai bagian dari peringatan Hari Pariwisata Sedunia sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap program co-branding Wonderful Indonesia.

"Program tersebut telah berkolaborasi dengan berbagai jenama dari beragam industri untuk mendukung kemajuan pariwisata Indonesia,” kata Firnandi Gufron.

Rencana Induk Ekonomi Kreatif

Sementara itu, Rancangan Peraturan Presiden (RPerpres) Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026-2045 tengah disusun pemerintah. Tujuannya, untuk penguatan ekonomi kreatif dengan pendekatan people-centered yang fokus pada pertumbuhan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.

Sekretaris Kementerian Dessy Ruhati menjelaskan penyusunan itu melibatkan kementerian dan lembaga khususnya yang akan tergabung dalam Panitia Antarkementerian/lembaga pemerintah nonkementerian (PAK) sebagai masukan untuk menyatukan sinergi membangkitkan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru.

“Rencana Induk Ekonomi Kreatif 2026-2045 bukan hanya milik Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, tapi adalah milik kita bersama karena ekosistem ekonomi kreatif itu adalah juga kita sendiri. Oleh karena itu, penyusunannya tidak bisa berjalan satu arah, tapi dibangun dengan masukan dari semua pihak termasuk dari seluruh kementerian dan lembaga terkait,” jelas Dessy dalam keterangan pers yang diterima, Minggu.

Direktur Kajian dan Manajemen Strategis, Agus Syarip Hidayat menegaskan bahwa Rindekraf Tahun 2026-2045 disusun dengan pendekatan people-centered, yang menempatkan pelaku ekonomi kreatif sebagai subjek utama pembangunan. Strategi yang dirancang berfokus pada penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), yang mana pelaku ekraf menjadi subjek yang perlu dikembangkan melalui riset, pendidikan, hingga fasilitasi kekayaan intelektual dari proses kreasi hingga komersialisasi, serta pelindungan kreativitas.

Strategi kedua adalah unit usaha ekonomi kreatif yang berdaya saing agar bisa tumbuh secara berkelanjutan, serta mendorong pemerataan pengembangan ekosistem kreatif hingga ke seluruh daerah melalui pendekatan SPARK (Strengthen, Promote, Amplify, Remarkable).  “Hal ini sejalan untuk menjawab potensi demografi Indonesia yang besar,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.