Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dukung UMKM, BTN Sasar Perajin Batik di Cirebon untuk Program KUR

📅 Kamis, 02 Okt 2025, 14:05 WIB | Oleh:
Dukung UMKM, BTN Sasar Perajin Batik di Cirebon untuk Program KUR Doc: antara foto
Ket. Perajin batik di Cirebon, Jawa Barat.

CIREBON - PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk (BTN) menyasar para perajin batik di Cirebon, Jawa Barat, untuk Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai upaya mendukung sektor sandang berbasis usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo mengatakan batik merupakan salah satu industri khas Indonesia, yang sebagian besar digerakkan pelaku usaha kecil sehingga masuk dalam sasaran pembiayaan KUR.

"Sentra batik seperti di Cirebon, Solo, Pekalongan, Yogyakarta, hingga Semarang menjadi fokus kami untuk pembiayaan KUR, karena sektor ini sangat identik dengan UMKM," kata Setiyo di Cirebon, Kamis (2/10).

Ia mengatakan perusahaannya mendukung industri yang berkaitan dengan tiga kebutuhan pokok masyarakat yakni papan, pangan dan sandang.

Pihaknya fokus pada perumahan sebagai kebutuhan dasar masyarakat pada sektor papan. Sedangkan di bidang pangan, pembiayaan diberikan untuk usaha kuliner, pertanian, hingga BUMN yang bergerak di bidang pangan.

“Untuk sandang, kami melihat batik menjadi ciri khas Indonesia yang umumnya digeluti pelaku UMKM, bukan industri skala besar,” ujarnya.

Menurut dia, sebagian besar perajin batik masih berskala mikro dan kecil sehingga memerlukan dukungan pembiayaan.

Melalui skema KUR, kata dia, pelaku usaha seperti perajin batik bisa naik kelas dari skala mikro menjadi kecil, kemudian pada tahap berikutnya berkembang ke skala komersial.

Terkait penyaluran, Setiyo mengatakan total pembiayaan KUR yang sudah dijalankan oleh BTN mencapai sekitar Rp3 triliun hingga September 2025.

“Kurang lebih KUR yang telah berjalan sekarang Rp3 triliun. Mudah-mudahan ini menjadi bagian dari mendukung program pemerintah untuk pemberdayaan UMKM,” katanya.

Ia memastikan pihaknya tidak hanya menyalurkan kredit, namun turut membekali pelaku UMKM dengan edukasi mengenai cara mengelola keuangan serta membuka akses tambahan penghasilan melalui agen bank.

Ia menegaskan hal ini dilakukan, agar pengusaha kecil seperti perajin batik, memahami manajemen usaha sebelum memperoleh tambahan modal.

“UMKM harus tahu cara mengelola usaha terlebih dahulu. Kami juga membuka peluang tambahan penghasilan bagi mereka melalui agen bank, baru setelah itu kami tawarkan pembiayaan,” ucap dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.