Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Turrima-Biotech Kampanyekan Pentingnya Sinergi Jaga Ketahanan Pangan

📅 Selasa, 30 Sep 2025, 18:30 WIB | Oleh:
Turrima-Biotech Kampanyekan Pentingnya Sinergi Jaga Ketahanan Pangan Doc: Turrima-Biotech
Ket. PT Turrima Agro Biotech mengadakan kampanye bertajuk “Feeding the World, Saving the Earth” yang diluncurkan di Gerbang Bukit Pelangi, Sentul, Jawa Barat, akhir pekan lalu. Tujuannya turu menjaga ketahanan pangan dan melestarikan bumi.

JAKARTA - Bela negara hari ini tidak lagi semata-mata identik dengan medan perang. Dalam konteks zaman, semangat itu menemukan bentuk baru; menjaga ketahanan pangan dan melestarikan bumi. Itulah makna yang disuarakan PT Turrima Agro Biotech melalui kampanye bertajuk “Feeding the World, Saving the Earth” yang diluncurkan di Gerbang Bukit Pelangi, Sentul, Jawa Barat, akhir pekan lalu.

Dalam acara ini, Turrima menggandeng komunitas MMC (Masyarakat Tanpa Riba Miliarder Club) serta mendapat dukungan simbolis dari jajaran TNI dan Polri. Kehadiran Staf Khusus KSAD Brigjen Khairul Anwar Mandailing dan Brigjen Iwan Bambang Setiawan, serta beberapa Perwira Kepolisian dan Perwira TNI lainnya menjadi penanda penting adanya sinergi sipil–militer dalam menjaga bangsa.

Bela negara kini tidak berhenti pada ranah pertahanan, tetapi juga merambah sektor pangan. “Ekonomi kuat, negara kuat. Bela negara hari ini adalah menjaga tanah, pangan, dan masa depan,” ujar Brigjen Khaerul di hadapan ratusan peserta, yang disampaikan melalaui siaran pers pada hari Selasa (30/9).

Momen paling berkesan terjadi saat panitia membagikan amplop coklat berisi ikat kepala bertuliskan “Bela Negara.” Tanpa aba-aba, seluruh peserta mengenakannya secara serentak. Atmosfer seketika berubah, sederhana tetapi kuat sebagai lambang kesatuan tekad.

“Patriotisme sejati hari ini ada di ladang dan sawah. Dengan pupuk organik, kita bukan hanya membantu petani, tetapi juga menjaga negeri ini dari ketergantungan,” tegas Mulyono, pendiri PT Turrima Agri Mas (Turrima-Agrotech).

Inovasi dari Sragen ke Dunia

Turrima dilahirkan oleh Mulyono di Sragen, Jawa Tengah pada tahun 1998, dengan satu keyakinan bahwa solusi pertanian yang sehat adalah kunci peradaban masa depan. Dengan riset bioteknologi, Turrima mengembangkan pupuk organik yang tidak hanya mengembalikan kesuburan tanah, tetapi juga terbukti meningkatkan hasil panen.

Prestasi Turrima sudah mendunia. Di Afrika, penggunaan pupuk Turrima meningkatkan produktivitas padi hingga 40%. Pada 2023 Menteri Pertanian dan Pengembangan Pedesaan Afrika Tengah Gabriel Mbairobe melayangkan surat penghargaan khusus karena prestasi tersebut.

Seperti tertuang dalam suratnya, Mbairobe mengakui pupuk organik Turrima berhasil meningkatkan hasil pertanian baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Selain itu, produk ini juga terbukti mengurangi pencemaran lingkungan serta meningkatkan kualitas tanah.

Berdasarkan kesaksian mitra kerjanya di Afrika, menurut Mulyono, pupuk organik produksinya berhasil meningkatkan levelling off lahan pertanian di sana yang sebelumnya rusak oleh paparan pupuk kimia semasa penjajahan Perancis. Levelling off adalah petunjuk menurunnya efisiensi pupuk akibat penurunan kesehatan tanah baik secara fisik, kimia maupun biologi.

“Sekarang mereka sudah berhasil meningkatkan levelling off pada angka 2 serta meningkatkan capaian produksi padi sampai 40%. Dan karena kondisi ini, mereka sempat mengajak tamu dari World Bank untuk berkunjung ke pabrik kami di Sragen,” ungkap Mulyono.

Tak hanya di Afrika, produk Turrima kini hadir di pasar Afrika, Kuwait, dan Malaysia, serta dalam tahap ekspansi ke Singapura dan Thailand. Namun, sebagaimana ditegaskan Mulyono, arah utama Turrima tetap berpijak pada ketahanan pangan nasional. “Global penting, tapi yang paling utama adalah memastikan rakyat Indonesia punya pangan sehat dan terjangkau,” katanya.

Regenerasi dan Optimisme

Tongkat estafet kini digenggam generasi kedua Turrima yakni Naufal Pahlevi dan Dzia Al Haq. Dengan pendekatan edukasi, kedua anak Mulyono tersebut terus berupaya mendekatkan Turrima pada petani. “Kami ingin teknologi ini bisa dipahami dengan sederhana, dipakai dengan mudah, dan dirasakan manfaatnya langsung oleh petani. Organik itu bukan gaya hidup mahal, tetapi jalan keluar bagi masa depan pertanian,” jelas Naufal yang diberi tanggungjawab R&D di perusahaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
BPOM dan Kemenpar Dorong Pa...

Ariana Grande Beri Hibah Bantuan Anak-Anak Gaza

42 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Ariana Grande Beri Hibah Ba...
Luar Negeri
Tiongkok Merebut Gelar Supe...
Rona
Bernadya Rilis Album Kedua ...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 6
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 6
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.