Trump Umumkan Rencana Akhiri Perang di Gaza, Netanyahu Mendukung, Bagaimana Hamas?
📅 Selasa, 30 Sep 2025, 10:15 WIB | Oleh: Lili LestariRencana Trump memicu reaksi beragam di wilayah yang terluka akibat perang yang menghancurkan selama hampir dua tahun.
Di Gaza yang hancur, penduduk menyatakan skeptis bahwa rencana Trump dapat mengakhiri perang.
"Kami sebagai rakyat tidak akan menerima lelucon ini," ujar Abu Mazen Nassar, 52 tahun, salah satu dari 1,9 juta warga Gaza yang mengungsi akibat perang, kepada AFP.
Otoritas Palestina, yang berbasis di Tepi Barat tetapi akan berperan dalam pemerintahan Gaza pascaperang, juga menyambut baik "upaya tulus dan penuh tekad" Trump.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun kesepakatan itu penuh dengan jebakan bagi Hamas dan Ierael, sementara rinciannya dapat diperdebatkan selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.
Bagi Hamas, tuntutannya adalah agar militan dilucuti sepenuhnya dan dikeluarkan dari peran masa depan dalam pemerintahan, meskipun mereka yang setuju untuk "hidup berdampingan secara damai" akan diberikan amnesti.
Namun, Netanyahu juga bisa menghadapi masalah dalam menjual kesepakatan itu kepada anggota kabinet berhaluan kanan ekstrem.
Sebaiknya Anda baca juga:
Netanyahu menekankan kepada wartawan bahwa pasukan Israel akan tetap bertanggung jawab atas keamanan Gaza "di masa mendatang yang dapat diperkirakan" dan menimbulkan keraguan terhadap peran Otoritas Palestina.
Sementara itu, rencana Trump meninggalkan harapan bagi negara Palestina -- sesuatu yang menurutnya sangat ditentang Netanyahu selama pertemuan tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!