Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Aspekpir Dorong Penguatan Kemitraan Perusahaan Inti dan Petani Plasma

📅 Selasa, 30 Sep 2025, 19:35 WIB | Oleh:
Aspekpir Dorong Penguatan Kemitraan Perusahaan Inti dan Petani Plasma Doc: Aspekpir
Ket. Sedangkan AIS Global Pte Ltd, selain memamerkan alat uji rendemen kelapa sawit, juga mendemonstrasikan penggunaan alat tersebut, dalam ajang Bisnis Forum Kemitraan Sawit 2025 di Kota Palembang, Sumatra Selatan pada Selasa, 13 September 2025.

JAKARTA - Dalam rangka memperkuat kerja sama inti plasma melalui pemanfaatan teknologi terbaru di bidang kelapa sawit, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) Indonesia menggelar Bisnis Forum Kemitraan Sawit 2025 di Kota Palembang, Sumatra Selatan pada hari Selasa, 13 September 2025.

Kota Palembang sendiri menjadi kota ketiga dilaksanakannya kegiatan ini. Sebelumnya gelaran serupa dilaksanakan di Kota Medan dan Kota Pekanbaru. Sementara gelaran ini didukung oleh IAS Global, BSI dan Bionusa.

Sejumlah tokoh hadir dalam gelaran tersebut antara lain Ketua Umum Aspekpir Indonesia Setiyono, Wakil Ketua Umum Gapki Susanto, Ketua Dewan Pengawas Aspekpir Indonesia Rusman Heriawan, Ketua Aspekpir Riau Sutoyo, Ketua Aspekpir Sumsel Bambang Gianto, Plt. Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatra Selatan Herdi Apriansyah, S.STP, MM, Region Head PTPN IV Regional VII Denny Ramadhan dan Ketua Gapki Cabang Sumatra Selatan Alex Sugiarto.

Para narasumber yang dihadirkan adalah Country Sales & Project Manager IAS Global PTE, LTD Edi Haryanto, Distric Sales Manager PT Bio Sarana Indonesia Okto DL. Naibaho, Staf Ahli Bidang Pemasaran PT Bionusa Dwi Sutanti, dan Inventor PT Restoe Bumi Lestari Cahyo Rudi Widianto.

Ketua Umum Aspekpir Indonesia Setiyono mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun sinerji dan menyamakan visi para petani plasma dan perusahaan inti. "Harapan kita tentu memberikan manfaat bagi petani sehingga selain target sawit berkelanjutan nasional tercapai, kesejahteraan petani terwujud," katanya melalui keterangannya pada hari Selasa (30/9).

Wakil Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Susanto, menekankan bahwa industri sawit bukan hanya penyumbang devisa negara. Lebih dari 16,2 juta kepala keluarga, termasuk petani, pekerja, dan pelaku usaha, bergantung pada rantai pasok sawit untuk penghidupan mereka.

Susanto menyoroti kabar baik dari sektor hulu. Harga Tandan Buah Segar (TBS) plasma di Palembang tercatat lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, meningkatkan pendapatan petani plasma yang menjadi bagian penting dari rantai pasok sawit nasional.

“Kolaborasi antara perusahaan inti dan perkebunan plasma dinilai kunci kesuksesan industri. Sinergi ini diharapkan terus diperkuat agar industri sawit tetap berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu menjawab tantangan masa depan,” ungkapnya.

Sementara itu, Denny Ramadhan dari PTPN IV (PalmCo) menegaskan kesiapan PTPN IV untuk menjadi mitra strategis dalam Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), yang diinisiasi oleh Aspekpir. Keterlibatan ini merupakan wujud komitmen PalmCo untuk meningkatkan produktivitas sawit rakyat dan membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna mewujudkan swasembada energi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pada kegiatan tersebut, juga dipamerkan aneka produk pupuk hayati PT Bio Industri Nusantara atau Bionusa, produk-produk polimesh PT Bio Sarana Indonesia atau BSI.  Sedangkan AIS Global Pte Ltd, selain memamerkan alat uji rendemen kelapa sawit, juga mendemonstrasikan penggunaan alat tersebut di hadapan peserta yang merupakan perwakilan koperasi petani sawit plasma dan sejumlah perwakilan perusahaan perkebunan kelapa sawit. 

Dukungan besar terhadap kegiatan ini diberikan oleh AIS Global Pte Ltd, perusahaan penyedia teknologi pengukur rendemen kelapa sawit termutakhir saat ini yang mampu memberikan hasil analisa yang presisi produk kelapa sawit hanya dalam waktu dua menit dan merupakan inovasi teknologi perseroan yang dipersembahkan untuk uji kualitas bahan dan mutu produk kelapa sawit.

Kemudian PT Bio Sarana Indonesia atau BSI merupakan perusahaan yang fokus pada pengembangan dan produksi pestisida nabati, pupuk organik, feromon dan produk-produk alami inovatif berkualitas tinggi, salah satunya adalah atraktan kumbang penyerbuk elaeidobius utama Indonesia.

Adapun PT Bio Industri Nusantara atau Bionusa, merupakan Anak Perusahaan PTPN III Holding Perkebunan Kategori Non-PTPN yang mengoperasikan pabrik untuk pengolahan Biofungisida Marfu-P, Pupuk Hayati EMAS, Pupuk Organik Kompota, Biobus, Bioriz, Bioagrodeco, dan Pupuk Cair Biocomp, Kapasitas terpasang Pabrik mencapai 50 ton per hari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bongkar! Beras Fortifikasi Palsu Dijual Rp42.000, Harga Dinaikkan 300 Persen
    Preview komentar:
  • Produksi Motor dan Mobil Listrik Nasional, RI Akan Dapat Keuntungan Berlapis!
    Preview komentar:
    Mendorong lokalisasi komponen inti kendaraan listrik merupakan langkah ...
  • Sulit Kurangi Jurang Kaya dan Miskin tanpa Pertumbuhan Berkualitas
    Preview komentar:
    kyk nama artis dracin :)
    Indonesia perlu mencontoh negara lain yg sdh terbukti ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile

Penurunan Harga Pupuk Membantu Petani Sumedang

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Penurunan Harga Pupuk Memba...

Tinggalkan City, Rodri Perkuat Skuat Barcelona

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tinggalkan City, Rodri Perk...
Daerah
Tim SAR Lakukan Penyisiran ...

Tenun Goyor Hadapi Tantangan Regenerasi Penenun

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Tenun Goyor Hadapi Tantanga...
Olahraga
Manchester United Bidik Joa...
Ekonomi
BUMDes Jadi Motor Ekonomi Desa
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

19 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.