Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Samuel Wattimena Ajak Mahasiswa Kembangkan Pariwisata Kolaboratif

📅 Senin, 29 Sep 2025, 07:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Samuel Wattimena Ajak Mahasiswa Kembangkan Pariwisata Kolaboratif Doc: ANTARA
Ket. Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena saat kegiatan bimbingan teknis (bimtek) bertajuk "Event Nasional Sebagai Sarana Penguatan Ekosistem Pariwisata", di Kota Lama Semarang, Minggu (28/9/2025).

SEMARANG – Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Samuel Wattimena, bersama Kementerian Pariwisata mengajak kalangan mahasiswa untuk mengembangkan konsep pariwisata kolaboratif dengan mengirimkan paper berisi gagasan maupun program.

"Jadi, Kementerian Pariwisata melalui Deputi Event menyelenggarakan bimtek (bimbingan teknis) mengenai ekosistem pariwisata," katanya, di Semarang, Minggu (29/9).

Hal tersebut disampaikan saat membuka kegiatan bimtek bertajuk "Event Nasional Sebagai Sarana Penguatan Ekosistem Pariwisata", di Kota Lama Semarang.

Dalam bimtek tersebut, kata dia, ada sejumlah mahasiswa dari Universitas Diponegoro dan Universitas Katolik Soegijapranata Semarang yang mempersiapkan paper mengenai gagasan dan usulan untuk pariwisata Kota Semarang.

Kemudian, ada pula dari kalangan kelompok sadar wisata (pokdarwis) dan karang taruna yang menunjukkan keinginan agar ekosistem pariwisata terbina menjadi sesuatu yang konkret.

"Sekarang sudah zamannya yang kerja sendiri-sendiri, jalan sendiri-sendiri enggak bisa. Harus kolaborasi. Ini kan memang baru paper pertama yang mereka 'submit' ya. Langkah berikutnya dari gagasan ini dieksekusi seperti apa?" katanya.

Artinya, ia akan terus mengawal tindak lanjut dari gagasan pengembangan pariwisata yang tertuang dalam lima paper tersebut.

"Saya sudah sampaikan ke mereka maupun tim saya, kita harus ketemu lagi setelah ini. Supaya lebih mengurai. Kalau saat ini kan gagasan-gagasan sifatnya masih teoritis. Saya pribadi ingin tahu eksekusi di lapangan akan seperti apa," katanya.

Dari lima paper tersebut, di antaranya tentang pengembangan Taman Lele Community Story Park berbasis komunitas untuk membangkitkan pariwisata inklusif dan berkelanjutan yang digagas oleh M. Amri Amiruddin dan Vika Linggar Nafisatu Rohmah dari Undip.

Ada pula paper tentang pengembangan objek wisata Museum Lawang Sewu Semarang yang digagas oleh Noel Justin S, Florencia Irena I, dan Luiziao Assen De P L dari Unika Soegijapranata.

Ke depan, kata dia, pihaknya ingin terus menggandeng banyak lagi mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi untuk membuat paper serupa terkait pengembangan ekosistem pariwisata secara kolaboratif.

"Jadi yang saya perlu garisbawahi, saya ingin sekali berkolaborasi dengan mahasiswa pokdarwis maupun karang taruna dan yang lain-lain terlibat di dalam ekosistem ini," kata Samuel.

Sementara itu, Asisten Deputi Event Nasional Kementerian Pariwisata Ni Komang Ayu Astuti mengharapkan penguatan ekosistem pariwisata yang bersifat kolaboratif.

"Karena memang kolaborasi sangat dibutuhkan, baik dari pemerintah pusat maupun daerah, komunitas, industri termasuk media, UMKM. Jadi, ekosistem-ekosistem yang memang berkolaborasi untuk memperkuat (pariwisata, red.) Kota Semarang dan daerah-daerah lainnya," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.