Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Prof. Brian Yuliarto: Di Balik Industri Kuat, Selalu Ada Kampus Hebat

📅 Senin, 29 Sep 2025, 10:44 WIB | Oleh: Tim Penulis

Mereka adalah duta besar kampus, yang bertugas menjemput peluang, menciptakan kolaborasi, dan memasarkan produk riset ke dunia nyata.

Pernyataan ini mengingatkan pandangan Prof. Michael Porter, pakar strategi bisnis dari Harvard, yang menegaskan bahwa inovasi tidak terjadi dalam isolasi. Dalam bukunya Competitive Advantage of Nations (1990), Porter menyoroti pentingnya klaster inovasi—kolaborasi erat antara universitas, industri, dan pemerintah.

Korea Selatan misalnya, Universitas seperti KAIST dan Seoul National University bekerja sama dengan raksasa industri seperti Samsung dan Hyundai, menghasilkan ekosistem inovasi yang mendorong ekonomi nasional.

Di Indonesia, kolaborasi semacam ini masih sporadis, terhambat oleh birokrasi, kurang keberanian, dan terjebak mentalitas “jam lima sore.”

Tantangan sistemik dan solusi struktural

Untuk mewujudkan visi tersebut, kita perlu mengatasi sejumlah tantangan sistemik.

Pertama, sistem insentif di kampus harus dirombak. Saat ini, dosen dinilai berdasarkan jumlah publikasi atau indeks kutipan, bukan dampak nyata penelitiannya. Sistem ini mendorong “produksi jurnal” demi angka, bukan solusi.

Kita perlu mengadopsi model seperti di Jerman, di mana Fraunhofer Society mengelola jaringan penelitian terapan yang langsung terhubung dengan industri. Dosen di sana didorong untuk menghasilkan paten dan produk yang marketable, bukan hanya makalah.

Kedua, peran Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pusat Penelitian harus didefinisikan ulang sebagai “panglima perang” di medan industri. Mereka harus dilatih untuk bernegosiasi, memahami kebutuhan pasar, dan membangun jaringan strategis. Ini bukan tugas mudah, mengingat budaya akademik kita cenderung introvert dan terpaku pada rutinitas kampus.

Ketiga, mahasiswa harus dididik untuk menjadi agen perubahan, bukan sekadar pengejar nilai. Kurikulum harus diarahkan pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan kewirausahaan. Program magang di industri, proyek riset kolaboratif, dan inkubator startup di kampus bisa menjadi langkah awal.

Menuju “Jam Sembilan Malam”

Kemajuan bukanlah hadiah, melainkan hasil dari kerja keras, ambisi, dan keberanian untuk keluar dari zona nyaman. Mentalitas “jam lima sore” adalah jalan yang nyaman tapi buntu. Sebaliknya, jalan “jam sembilan malam” penuh tantangan, namun di ujungnya ada tujuan besar: bangsa yang inovatif, industri yang kuat, dan ekonomi yang tangguh.

Sebagai dosen, harusnya merenung: apa peran saya dalam ekosistem ini? Apakah saya cukup “gila” untuk mendorong mahasiswa keluar dari zona nyaman mereka? Apakah riset saya relevan dengan kebutuhan masyarakat? Dan sebagai bangsa, kita perlu bertanya: apakah kita siap mengorbankan kenyamanan demi ambisi?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.