Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Prof. Brian Yuliarto: Di Balik Industri Kuat, Selalu Ada Kampus Hebat

25 Senin, 29 Sep 2025, 10:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
Prof. Brian Yuliarto: Di Balik Industri Kuat, Selalu Ada Kampus Hebat Prof. Brian Yuliarto: Di Balik Industri Kuat, Selalu Ada Kampus Hebat Doc: Antara Foto
Ket. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto (kiri) menyampaikan sambutan dan arahan didampingi Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Bambang Pramujati (kanan) saat Forum Wakil Rektor bidang kerja sama di Surabaya, Jawa Timur

Narasi Menteri Pendidikan, Riset, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto dalam kuliahnya di ITS, seakan menyalakan jalan baru pendidikan tinggi, dan menginspirasi dunia kampus.

“Di negara dengan ekonomi bagus, selalu ada industri kuat. Di belakang industri kuat, selalu ada kampus hebat," demikian pernyataan Prof. Brian.

Kalimat ini bukan sekadar pernyataan, melainkan cermin yang memaksa kita menatap wajah bangsa ini, dan bertanya: apakah kita cukup ambisius untuk menjadi hebat?

Mentalitas “Jam Lima Sore”.

“Bagaimana mau mengejar target itu, jika mentalitas kita masih sebatas mentalitas jam lima sore?” Ini bukan sekadar sindiran, melainkan diagnosis atas penyakit kronis yang menggerogoti dunia akademik dan intelektual kita.

Ia membandingkan dengan Korea Selatan, di mana mahasiswa masih bergelut di laboratorium hingga jam sembilan malam, berdebat dengan dosen demi temuan baru. Sementara itu, di sini, apa yang kita lakukan? Banyak dari kita, termasuk anak muda, terjebak dalam zona nyaman: scrolling media sosial, bermain game online, atau terpaku di depan televisi.

Ini bukan soal menyalahkan hiburan. Hiburan adalah hak setiap individu. Namun, ini soal urgensi. Soal kegilaan untuk maju.

Bangsa yang besar, harus ditopang oleh kaum elite yang ambisius dan “gila kerja”. Siapa elite itu? Mahasiswa, dosen, dan guru besar. Mereka adalah motor penggerak inovasi, pendorong roda industri, dan penentu arah masa depan.

Namun, realitanya? Dunia kampus kerap terjebak dalam paradigma lama. Dosen sibuk mengejar kutipan di jurnal Scopus, menumpuk penelitian yang berakhir sebagai dokumen berdebu di perpustakaan. Mahasiswa, sebagian besar masih melihat kuliah sebagai formalitas meraih gelar, bukan ladang mengasah ambisi dan kreativitas.

Ini adalah mentalitas “jam lima sore”: bekerja sekadarnya, pulang tepat waktu, menghindari tantangan besar.

Redefinisi dosen

Perlu definisi baru tentang dosen: bukan sekadar akademisi yang diukur dari jumlah publikasi, tetapi inovator yang mampu menghasilkan royalti dari penelitiannya. Ini adalah pergeseran paradigma yang radikal.

Penelitian harus “membumi”, relevan dengan kebutuhan industri, mampu menjawab permasalahan publik, dan menghasilkan dampak nyata ekonomi. Ketika riset laku, dosen dan kampus mendapat pemasukan, industri mendapat solusi, dan negara melaju menuju kemajuan. Ini adalah simbiosis mutualisme yang ideal.

Namun, mencapai titik ini tidaklah sederhana. Dosen tidak bisa bekerja sendirian. Di sinilah peran strategis Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pusat Penelitian menjadi krusial. Kantor mereka seharusnya bukan di dalam kampus, melainkan di luar: di kawasan industri, di ruang rapat Kadin, di lobi kementerian.

Mereka adalah duta besar kampus, yang bertugas menjemput peluang, menciptakan kolaborasi, dan memasarkan produk riset ke dunia nyata.

Pernyataan ini mengingatkan pandangan Prof. Michael Porter, pakar strategi bisnis dari Harvard, yang menegaskan bahwa inovasi tidak terjadi dalam isolasi. Dalam bukunya Competitive Advantage of Nations (1990), Porter menyoroti pentingnya klaster inovasi—kolaborasi erat antara universitas, industri, dan pemerintah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Olahraga
Jadi Tuan Rumah, Depok Pede...
Olahraga
Marc Marquez Menangi Sprint...
Rona
Syuting Miami Vice '85, Mic...
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.