Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BPBD Jember Memperkuat Peran Destana untuk Mewujudkan Masyarakat Siaga Bencana

📅 Senin, 29 Sep 2025, 22:15 WIB | Oleh:
BPBD Jember Memperkuat Peran Destana untuk Mewujudkan Masyarakat Siaga Bencana Doc: Antara
Ket. Sekretaris BPBD Jember Yahya Iskandar bersama tim memberikan arahan terkait dengan penguatan destana di Kelurahan Bintoro, Senin.

Jember - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Jawa Timur terus memperkuat peran desa/kelurahan tangguh bencana (Destana) untuk mewujudkan masyarakat siaga bencana menjelang musim hujan di kabupaten setempat.

"Saat ini jumlah Destana yang sudah dibentuk lebih dari 50 persen dari 248 desa/kelurahan di Jember, namun yang aktif masih sedikit, sehingga perlu dilakukan penguatan kembali perannya," kata Sekretaris BPBD Jember Yahya Iskandar saat memberikan sosialisasi Destana di Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, Senin.

Ia menyayangkan Destana yang sudah dibentuk oleh BPBD Jember, namun perjalanannya mati suri atau vakum, karena tidak ada kegiatan pencegahan dan penanganan bencana ketika terjadi bencana sewaktu-waktu di desa/kelurahan setempat.

"Untuk itu saya minta segera dibentuk kepengurusan Destana Bintoro yang baru agar perannya bisa melakukan proses mitigasi, pencegahan, penanganan, dan setelah bencana yang terjadi sewaktu-waktu di Kelurahan Bintoro," tuturnya.

Dengan kembali diperkuatnya Destana, lanjut dia, diharapkan warga Bintoro dapat menjadi masyarakat yang mandiri, siap siaga, serta mampu memberikan respons cepat ketika terjadi bencana sewaktu-waktu.

"BPBD Jember berkomitmen untuk terus memperluas program Destana itu ke kelurahan dan desa lainnya di Kabupaten Jember agar sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam menciptakan masyarakat yang tangguh, terlatih, dan berdaya untuk menghadapi segala bentuk ancaman bencana, sehingga risiko kerugian jiwa maupun material dapat diminimalisasi," katanya.

Yahya mengatakan penguatan peran Destana diharapkan dapat mengurangi risiko terjadinya bencana, sehingga masyarakat diharapkan tidak hanya siap menghadapi bencana, tetapi juga mampu mengambil langkah penyelamatan sejak dini.

Seluruh desa dengan tingkat kerawanan tinggi dapat memiliki desa tangguh bencana lengkap dengan relawan, pelatihan, serta sarana pendukungnya. Dengan begitu, mitigasi bencana dapat berjalan berbasis masyarakat dan memberi perlindungan langsung bagi warga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
DKI Tawarkan Singapura untu...

Inilah 3 Usulan Flagship Program Kemenekraf 2027

32 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Ekonomi
Inilah 3 Usulan Flagship Pr...
Daerah
Dampak Gempa 6,7R, Pemkot t...
Ekonomi
Evaluasi Kinerja, Kepala BP...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
BMKG: Palu Diguncang Gempa Tektonik Daratan Magnitudo 6,7

BMKG: Palu Diguncang Gempa Tektonik Daratan Magnitudo 6,7

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.