Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Integrasi Supply Chain Jadi Jawaban Tantangan Energi Nasional, ESDM Tekankan Pentingnya Jalur dari Hulu ke Hilir Lebih Efisien  

📅 Minggu, 28 Sep 2025, 17:30 WIB | Oleh: Tim Penulis

Strategi lainnya adalah hilirisasi dan refinery unit dengan meningkatkan kapasitas kilang minyak dalam negeri untuk mengurangi impor minyak mentah dan BBM jadi.

Ketiga adalah optimalisasi produksi dengan teknologi yakni mendorong penggunaan teknologi seperti enhanced oil recovery (EOR), horizontal drilling, dan reaktivasi sumur idle sesuai Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025 untuk meningkatkan produksi dari lapangan yang sudah ada.

Berbeda dengan minyak, Indonesia masih surplus gas, namun menghadapi tantangan besar pada LPG yang mana produksi dalam negeri sekitar 1,97 juta metrik ton, jauh di bawah konsumsi LPG subsidi 8,23 juta metrik ton, sehingga mengakibatkan impor hampir 7 juta metrik ton.

"Meskipun fokus pada energi fosil masih tinggi, peningkatan pemanfaatan EBT terus didorong," ujar Hangga.

Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, akan ada penambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 69,5 GW, dengan 42,6 GW di antaranya berasal dari EBT atau 61 persen.

Selain itu, program biodiesel terus ditingkatkan dari B35 atau 35 persen campuran fatty acid methyl ester/FAME saat ini, menjadi B40 dan diproyeksikan ke B50 pada tahun depan.

Program biodiesel B40 tahun 2025 diprediksi menghemat Rp147,5 triliun.

Hangga juga menyoroti pentingnya teknologi carbon capture storage (CCS) dan carbon capture utilization and storage (CCUS) sebagai solusi mitigasi bagi negara yang masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil.

Hangga menambahkan Indonesia memiliki potensi penyimpanan CO2 terbesar di dunia, yaitu 400 gigaton.

Saat ini, terdapat 15 proyek CCS/CCUS yang diharapkan beroperasi antara 2026-2030.

"Isu transisi energi adalah isu lintas sektoral yang membutuhkan kolaborasi antar kementerian/lembaga untuk mencapai tujuan yakni ketahanan energi, kemandirian energi, dan pembangunan berkelanjutan berdasarkan prinsip-prinsip availability, accessibility, affordability, sustainability, dan competitiveness.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Defisit Migas Tekan Neraca Perdagangan

13 menit yang lalu | Lukman

Nasional
Defisit Migas Tekan Neraca ...
Nasional
RUU Perampasan Aset Jangan ...
Luar Negeri
Inggris Hadapi Ancaman Rese...
Nasional
RI Butuh Lebih Banyak Wirau...

Anugerah Jurnalistik KWP 2026

23 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Anugerah Jurnalistik KWP 2026

Perwakilan ICRC Temui Aung San Suu Kyi

28 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Perwakilan ICRC Temui Aung ...
Olahraga
Kabar Gembira, Reno Salampe...
Luar Negeri
Tiongkok Waspadai Risiko Ke...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.