Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kementerian PPPA: Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak pada Tingkat Mengkhawatirkan

📅 Sabtu, 27 Sep 2025, 16:55 WIB | Oleh:
Kementerian PPPA: Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak pada Tingkat Mengkhawatirkan Doc: Humas Kementerian PPPA
Ket. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi

JAKARTA - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menyebut kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia berada pada tingkat mengkhawatirkan. Berbagai bentuk kekerasan terus terjadi, termasuk tindak pidana kekerasan seksual.

Menteri PPPA, Arifah Fauzi, mengatakan kasus kekerasan pada perempuan dan anak sering terjadi di ruang-ruang keilmuan seperti sekolah dan kampus. Menurut Arifah, seharusnya ruang tersebut menjadi tempat aman bagi tumbuh kembang generasi muda.

“TPKS juga tercatat marak terjadi di lingkungan Perguruan Tinggi atau kampus. Berdasarkan data survei Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi pada 2020, sekitar 77 persen dosen menyatakan kekerasan seksual terjadi di kampus dan 63 persen dari mereka tidak melaporkan kasus kekerasan seksual yang diketahuinya ke pihak kampus,” kata Arifah Fauzi dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (26/9).

Arifah mengungkapkan pemerintah telah menempuh berbagai langkah strategis untuk memperkuat perlindungan bagi perempuan dan anak di ruang pendidikan. Hadirnya Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 dan Nomor 55 Tahun 2024 menjadi solusi penanganan kekerasan seksual kampus.

“Dalam peraturan tersebut mengamanatkan pembentukan Satuan Petugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual. Peraturan ini hadir sebagai upaya perlindungan bagi civitas akademika dari kekerasan seksual di lingkungan kampus,” ucap dia.

Lebih lanjut, Arifah mendorong UNSOED untuk terus berkolaborasi dan bersinergi mendukung berbagai program dan kebijakan terkait perlindungan perempuan dan anak. Ia berharap UNSOED dapat membantu membumikan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual beserta peraturan dan layanan penunjangnya.

Sementara, Rektor UNSOED, Akhmad Sodiq berkomitmen memperkuat untuk menciptakan lingkungan akademik yang aman dan bebas dari kekerasan termasuk kekerasan seksual. Menurut dia, penguatan peran Satgas PPK juga dilakukan secara konsisten dan terstruktur.

“Kami harapkan adalah terciptanya suasana belajar yang aman, nyaman, dan terbebas dari kekerasan termasuk kekerasan seksual. Satgas PPK UNSOED tidak hanya melibatkan dosen dan tenaga pendidik dalam upaya bersama melakukan pencegahan kekerasan seksual, tetapi juga mahasiswa sebagai relawan dan duta pencegahan,” kata dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Pengguna Transportasi Umum ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Hasil Liga Champions: PSG Kokoh di Puncak Klasemen Usai Hancurkan Barcelona 4-2

Hasil Liga Champions: PSG Kokoh di Puncak Klasemen Usai Hancurkan Barcelona 4-2

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.