Pemkab Banyumas Selidiki Dugaan Keracunan MBG Puluhan Siswa SD di Desa Pangebatan
📅 Jumat, 26 Sep 2025, 14:02 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/Sumarwoto
PURWOKERTO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas, Jawa Tengah, menyelidiki dugaan keracunan makanan yang dialami puluhan siswa sekolah dasar (SD) di Desa Pangebatan setelah mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banyumas Taryono di Purwokerto, Banyumas, Jumat, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Badan Gizi Nasional (BGN), dan Koordinator Wilayah Kecamatan (Konwircam) Disdik Karanglewas terkait dengan permasalahan tersebut
"Atas perintah Sekretaris Dinas Pendidikan, seluruh Korwilcam harus melaporkan secara berjenjang terkait dengan kegiatan MBG dan kejadian sekecil apapun agar dapat segera ditangani," katanya.
Ia mengatakan hal itu dilakukan karena pada awalnya Disdik Banyumas belum menerima laporan terkait kasus dugaan keracunan yang terjadi pada Selasa (23/9) dan Rabu (24/9) tersebut.
Oleh karena itu pihaknya segera melaporkan kejadian tersebut ke BGN dan meminta penghentian sementara pengiriman makanan MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menduga tidak sampainya laporan kejadian keracunan itu ke Disdik Banyumas karena adanya klausul dalam perjanjian kerja sama dengan SPPG yang mewajibkan pihak sekolah menjaga kerahasiaan jika terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).
"Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPRD Banyumas, kami sudah menyampaikan keberatan, dan pihak SPPG menyatakan akan mengubah isi perjanjian," kata Taryono.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinkes Kabupaten Banyumas Dani Esti Novia mengatakan pihaknya telah mengerahkan tim ke lapangan untuk menyelidiki kasus dugaan keracunan tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berdasarkan informasi awal, lanjutnya, sekitar 70 siswa mengalami gejala mual, muntah, hingga radang tenggorokan sejak Selasa (23/9) dan Rabu (24/9). "Sementara ada 70 anak, tetapi kami masih menunggu hasil pemeriksaan tim di lapangan," katanya.
Sementara itu Kepala SD Negeri Pangebatan Riyadi memutuskan untuk menghentikan sementara penerimaan makanan Program MBG bagi siswanya menyusul dugaan keracunan yang dialami puluhan anak di sekolah tersebut.
“Mulai hari Rabu (24/9) sampai hari ini (26/9) tidak dikirim, sembari memantau kondisi anak-anak di sini. Kalau sekolah lain saya kurang tahu, yang saya tahu SDN 1 Kediri infonya juga menyetop," katanya
Ia mengatakan indikasi keracunan mulai diketahui setelah menerima telepon dari Kepala SD Negeri 2 Kediri, Kecamatan Karanglewas, pada Rabu (24/9) siang.
Dalam hal ini, kata dia, Kepala SD Negeri 2 Kediri menanyakan apakah SD Negeri Pangebatan mengalami permasalahan terkait dengan MBG.
"Setelah saya konfirmasi ke guru, kemudian kami cek, dan kami data, ternyata banyak siswa tidak masuk. Keterangan orang tua menyatakan anak-anak mengalami pusing, diare, mual, dan muntah,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!