Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tiongkok Umumkan Target Iklim yang Stabil Namun Terkendali

📅 Kamis, 25 Sep 2025, 08:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiongkok Umumkan Target Iklim yang Stabil Namun Terkendali Doc: Foreign Policy
Ket. Para staf bekerja di pembangkit listrik komplementer di Rizhao, Tiongkok, pada 22 Mei.

PBB – Tiongkok berjanji akan memangkas emisinya sebesar 7–10 persen selama dekade berikutnya, sebuah komitmen hati-hati terhadap aksi iklim dari pencemar terbesar dunia. Sementara Amerika Serikat menggandakan penggunaan bahan bakar fosil dan Eropa melemah.

Janji yang disampaikan melalui video oleh Presiden Xi Jinping pada pertemuan puncak iklim PBB pada hari Rabu (24/9) di mana sekitar 120 negara akan menguraikan rencana untuk mengekang pemanasan global, muncul saat bencana semakin intensif di seluruh dunia, dari banjir dahsyat di Pakistan hingga kebakaran hutan di Spanyol.

Meskipun target utama mungkin tampak sederhana, Tiongkok memiliki rekam jejak kurang menjanjikan namun memberikan hasil berlebihan, didorong oleh ledakan teknologi hijaunya.

"Transisi hijau dan rendah karbon adalah tren zaman kita," ujar Xi. "Meskipun beberapa negara menentangnya, komunitas internasional harus tetap fokus ke arah yang benar."

Tiongkok, yang bertanggung jawab atas 30 persen emisi global, sebelumnya berjanji akan mencapai puncak produksi karbonnya sebelum tahun 2030, sebuah sasaran yang tampaknya akan tercapai lima tahun lebih awal. 

Target baru untuk tahun 2035 didukung oleh komitmen untuk memperluas tenaga angin dan matahari enam kali lipat dari tingkat tahun 2020, memperluas hutan secara drastis, dan meningkatkan produksi mobil listrik.

Sebagian besar negara kaya, yang secara historis merupakan penyumbang pemanasan terbesar, telah mencapai puncaknya beberapa dekade lalu tetapi masih belum memiliki rencana kredibel untuk mencapai netralitas karbon pada tahun 2050.

"Komitmen Beijing merupakan langkah hati-hati yang mengutamakan stabilitas dan penyelesaian daripada ambisi," ujar Li Shuo, pakar di lembaga pemikir Asia Society yang memiliki koneksi luas di Beijing, kepada AFP.

Terlambat dari Jadwal

Kabar baiknya adalah, di dunia yang semakin didorong oleh kepentingan pribadi, Tiongkok mungkin berada dalam posisi yang lebih baik daripada kebanyakan negara lain untuk memajukan aksi iklim, tambahnya.

Lintasan yang dinyatakan, serupa dengan jalur yang diikuti oleh AS dan Uni Eropa dalam dekade setelah puncak emisi mereka, akan jauh dari apa yang dibutuhkan untuk membatasi pemanasan hingga 1,5C di atas tingkat pra-industri, target yang ditetapkan oleh Perjanjian Paris 2015 untuk menghindari bencana iklim terburuk. 

Namun, dengan menyajikan target jauh sebelum COP30, pertemuan iklim utama tahun ini di Belem, Brasil, Tiongkok mengisyaratkan komitmen berkelanjutannya terhadap proses internasional bahkan saat AS di bawah Trump memperjuangkan bahan bakar fosil dan UE berjuang untuk bersatu dalam rencananya.

Untuk pertemuan puncak PBB ini, Sekretaris Jenderal Antonio Guterres hanya mengundang negara-negara yang siap untuk mengajukan atau mengumumkan tujuan iklim baru tahun 2035. 

AS, yang telah menarik diri dari perjanjian Paris untuk kedua kalinya di bawah Presiden Donald Trump, tidak hadir sehari setelah ia berpidato di hadapan badan dunia tersebut dan mengejek perubahan iklim sebagai "tipuan."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.