Italia-Spanyol Kirim Kapal Perang, Armada Bantuan ke Gaza Diserang Drone

Kamis, 25 Sep 2025, 18:15 WIB

JAKARTA — Ketegangan internasional meningkat setelah Italia dan Spanyol mengerahkan kapal perang untuk mendukung armada bantuan global yang diserang pesawat tak berawak ketika mencoba menembus blokade laut Israel menuju Gaza. Armada Global Sumud (GSF) yang terdiri dari sekitar 50 kapal sipil ini membawa pengacara, anggota parlemen, serta aktivis dunia, termasuk Greta Thunberg, untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan.

Menteri Pertahanan Italia, Guido Crosetto, menegaskan pengerahan kapal tersebut murni untuk melindungi warga Italia yang ikut dalam armada. Ia menekankan bahwa tindakan ini tidak dimaksudkan sebagai provokasi, melainkan kewajiban negara memberikan perlindungan.

Ket. Foto: Bendera Palestina terlihat saat orang-orang berkumpul di pelabuhan Ermoupolis sebelum keberangkatan dua kapal layar, Electra dan Oxygen, bagian dari Armada Sumud Global yang bertujuan mencapai Gaza dan menerobos blokade laut Israel, di Pulau Syros, Yunani — Sumber: Reuters

“Itu bukan tindakan perang, bukan pula provokasi: ini adalah tindakan kemanusiaan, kewajiban negara terhadap warganya,” ujar Crosetto di hadapan majelis tinggi parlemen Italia. Ia juga meminta para aktivis membatalkan rencana pelanggaran blokade demi menghindari risiko bentrokan.

Italia telah mengirimkan fregat pertama pada Rabu lalu, hanya beberapa jam setelah GSF melaporkan serangan drone. Menurut laporan, pesawat tak berawak menjatuhkan granat kejut dan bubuk gatal ke kapal mereka di perairan internasional, sekitar 56 kilometer dari pulau Gavdos, Yunani.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, namun sejumlah kapal mengalami kerusakan. Spanyol kemudian ikut mengirimkan kapal militernya untuk memperkuat pengawalan armada, langkah yang belum pernah dilakukan sebelumnya oleh negara-negara Eropa terkait misi serupa.

Upaya armada bantuan ke Gaza memang kerap digagalkan Israel, bahkan dengan kekerasan. Pada tahun 2010, serangan pasukan komando Israel ke kapal Mavi Marmara menewaskan 10 aktivis Turki yang memimpin misi kemanusiaan.

Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, menegaskan angkatan lautnya tidak berniat menggunakan kekuatan militer dalam misi kali ini. Ia justru menyebut inisiatif armada sebagai langkah berbahaya, tidak beralasan, dan tidak bertanggung jawab.

Sebagai solusi, Italia mengusulkan agar bantuan diturunkan di Siprus dan diserahkan kepada Gereja Katolik untuk didistribusikan ke Gaza. Meloni menyebut Israel telah menyatakan dukungan terhadap opsi tersebut.

Namun, juru bicara armada belum bersedia mengomentari tawaran itu. Arturo Scotto, anggota parlemen oposisi Partai Demokrat Italia yang ikut dalam armada, mengatakan opsi Siprus sedang dibahas langsung dengan Vatikan.

“Saat ini tidak ada satu pun jalur masuk ke Gaza, sehingga semua inisiatif patut dipertimbangkan,” kata Scotto. Ia menegaskan pihaknya akan mengevaluasi usulan tersebut pada waktu yang tepat.

GSF dalam pernyataan terbarunya menyebut armada mereka berlayar dengan kecepatan lambat di perairan Yunani. Mereka juga kembali menjadi sasaran “aktivitas drone sedang” pada malam hari sebelum melanjutkan pelayaran menuju perairan internasional.

Israel sendiri masih melanjutkan perang di Gaza yang sudah berlangsung hampir dua tahun, sebagai respons atas serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Serangan itu menewaskan sekitar 1.200 orang di Israel dan menyebabkan lebih dari 250 orang disandera.

Sejak itu, menurut otoritas kesehatan Gaza, serangan balasan Israel telah merenggut lebih dari 65.000 nyawa warga Palestina. Konflik tersebut juga menimbulkan kelaparan, penghancuran massal infrastruktur, dan pengungsian berulang bagi jutaan penduduk Gaza.

  • Spanyol
  • Kapal Bantuan Gaza
  • Italia

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: Akhlak, Ilmu, dan Kesejahteraan Umat .

Gawat Teror Melanda Thailand Selatan! Puluhan Ledakan Terjadi Hanya dalam Sehari

Kegiatan melukis caping di Kota Solo

Kenapa Awan Makin Jarang Terlihat? BMKG Sebut Monsun Australia dan El Nino yang Jadi Penyebabnya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.