Keren! Unsoed Dorong Petani Lokal Go Digital Lewat Melon Hidroponik Berbasis IoT
📅 Rabu, 24 Sep 2025, 17:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-Unsoed
PURWOKERTO – Pemanfaatan Internet of Things (IoT) dalam budi daya buah-buahan penting karena mampu meningkatkan efisiensi sekaligus produktivitas.
Melalui sensor dan sistem monitoring real-time, petani dapat mengendalikan kelembapan tanah, suhu, serta kebutuhan nutrisi secara presisi, sehingga kualitas buah lebih terjaga dan risiko gagal panen berkurang.
Selain itu, IoT membantu optimalisasi penggunaan air dan pupuk, mendukung praktik pertanian berkelanjutan, serta memudahkan akses data untuk perencanaan produksi.
Tim dosen Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto yang tergabung dalam Tim Pengabdian kepada Masyarakat mendukung pengembangan budi daya melon hidroponik berbasis Internet of Things (IoT), di Desa Kutaliman, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Okti Herliana SP MP, di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu (24/9), mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat dengan dukungan pendanaan dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Masyarakat (DRTPM) Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam hal ini, kata dia lagi, tim yang beranggotakan Ir Priswanto ST MEng dan Dr Akhmad Rizqul Karim SP MSc serta dibantu mahasiswa dalam kegiatan magang mendampingi Kelompok Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Sidamukti, di Desa Kutaliman, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas.
"Tujuannya adalah mendampingi dan mengimplementasikan teknologi untuk mendukung efisiensi dalam pemeliharaan tanaman melon yang sudah dibudidayakan oleh mitra kami, P4S Sidamukti," katanya pula.
Dia mengatakan P4S Sidamukti yang diketuai oleh Galih Bayu Kusuma, beranggotakan 15 petani muda yang merintis kebun edukasi pertanian lokal bernama "Kebun Senggani".
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, kelompok tersebut telah memiliki dua greenhouse dengan total 455 lubang tanam dan potensi hasil mencapai satu ton melon per tiga bulan menggunakan sistem hidroponik Nutrient Film Technique (NFT) dan produk yang dihasilkan tidak hanya dipasarkan di wilayah Banyumas Raya, juga menjadi sarana edukasi pertanian bagi siswa TK hingga SMA.
"Sebelumnya, proses pemberian nutrisi dan pemantauan kondisi air masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan ketelatenan yang tinggi," kata Okti.
Anggota tim dosen yang bertanggung jawab pada aspek teknologi Ir Priswanto ST MEng mengatakan sistem smart greenhouse yang diterapkan dapat memonitor dan mengontrol beberapa parameter penting secara otomatis.
"Sistem ini dapat mengontrol pemberian nutrisi, tingkat keasaman (pH) larutan, Electrical Conductivity (EC), dan suhu air. Semua data dapat dipantau dan dikendalikan dari jarak jauh melalui aplikasi pada ponsel pintar berbasis Android," katanya pula.
Guna mendukung operasional greenhouse yang ramah lingkungan, kata dia, tim juga memasang pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Dengan panel surya berkapasitas 450 Wp dan baterai 1,2 kWh, ujar dia lagi, PLTS tersebut mampu menyuplai energi untuk seluruh sistem, termasuk pompa air, sistem irigasi otomatis, dan pencahayaan LED.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!