Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

11 Ribu Warga Lombok Timur Keluar dari Status Miskin Ekstrem

📅 Rabu, 24 Sep 2025, 16:52 WIB | Oleh:
11 Ribu Warga Lombok Timur Keluar dari Status Miskin Ekstrem Doc: antara foto
Ket. Bupati Lombok Timur H Haerul Warisin di Lombok Timur, Rabu (24/9).

MATARAM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah angka kemiskinan ekstrem menurun 0,98 persen atau sebanyak 11 ribu warga telah keluar dari status miskin ekstrem.

“Angka kemiskinan ekstrem di 2025 ini mengalami penurunan cukup signifikan," kata Bupati Lombok Timur H Haerul Warisin di Lombok Timur, Rabu (24/9).

Ia mengatakan, jumlah kemiskin ekstrem di Lombok Timur sebelumnya mencapai 42.000 orang atau sekitar 3,2 persen dari total penduduk di 2024. “Saat ini turun 0,98 persen dari total jumlah angka kemiskinan ekstrem di Lombok Timur," katanya.

Ia mengatakan, terhadap penurunan tersebut, dirinya menekankan perlunya validasi data setiap desa “by name by address” guna memastikan ketepatan informasi terkait jumlah warga miskin ekstrem tersebut.‎

"Angka 11 ribu ini menunjukkan tidak lagi masuk katagori miskin ekstrem, meski demikian ini harus dilakukan validasi," katanya.

‎Menurut Bupati, validasi tersebut penting dilakukan, karena selama ini pengambilan data cendrung hanya berdasarkan target prosentase, tanpa memperhatikan data masyarakat secara kongkret atau "by name by addres".‎

‎"Saya telah perintahkan Sekda dan Dinas Sosial untuk berkoodinasi dengan seluruh kepala desa untuk mendapatkan data riil," katanya.

Ia mengatakan, pemerintah daerah berencana menyusun strategi penanganan kemiskinan ekstrem, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga melalui jaminan sosial seperti BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

"Untuk penanganan BPJS masyarakat miskin ekstrem ini nantinya, dapat ditangani Baznas Lombok Timur," katanya.

Ia mengatakan, dengan adanya kolaborasi dalam penanganan penurunan angka kemiskinan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Penurunan angka kemiskinan ini merupakan tanggung jawab semua pihak," katanya.

"Pemerintah desa harus memiliki data, mana warga yang masuk katagori miskin ekstrem tersebut," katanya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) memastikan tambahan kuota bantuan sosial (bansos) bagi lebih dari 14 ribu jiwa penerima manfaat melalui sinergi langsung dengan Kementerian Sosial (Kemensos).

“Kota Kupang menerima tambahan kuota penerima bansos lebih dari 14 ribu jiwa dengan nilai bantuan mencapai lebih dari Rp150 miliar,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam keterangannya di Kupang, Selasa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.