Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Langka, Mojokerto Andalkan Kedelai untuk Penuhi Protein Warga

📅 Selasa, 23 Sep 2025, 01:10 WIB | Oleh:
Langka, Mojokerto Andalkan Kedelai untuk Penuhi Protein Warga Doc: ist
Ket. kedelai

MOJOKERTO – Ini langkah unik dan cukup langka, di mana masyarakat dipenuhi kebutuhan protein menggunakan konsumsi kedeali. Pemkot Mojokerto memfasilitasi pemenuhan protein warga berbasis kedelai. Salah satunya melalui pelatihan olahan makanan berbahan kedelai. 

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, Senin, mengatakan kali ini anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Mojokerto mengikuti pelatihan olahan makanan berbahan kedelai. Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita itu menyampaikan, kebutuhan protein nabati sehari-hari dapat dicukupi melalui olahan kedelai.

"Selama ini kita mengenal kedelai sebagai bahan dasar tempe yang dikonsumsi untuk lauk. Namun, melalui pelatihan ini kita belajar bagaimana mengolah kedelai lebih variatif sehingga bisa menjadi pilihan menu lain bagi keluarga,” tuturnya. Selain tempe, lanjutnya, kedelai dapat diolah menjadi berbagai produk yang bernilai gizi sekaligus bernilai ekonomi.

Dalam pelatihan ini anggota PKK mempraktikkan pembuatan minuman sari kedelai, kudapan tauwa, cookies, hingga brownies berbahan kedelai. Ning Ita berharap keterampilan ini mampu mendukung ketahanan pangan keluarga, sekaligus membuka peluang usaha rumahan.

Ketua TP PKK Kota Mojokerto Lina Desriana Arisandi menekankan pentingnya pemanfaatan kedelai sebagai bahan pangan lokal yang kaya manfaat. "Sebagaimana kita ketahui kedelai merupakan bahan pangan lokal yang kaya akan manfaat dan sangat potensial untuk dikembangkan menjadi berbagai olahan makanan sehat dan bernilai jual," katanya.

Namun, kata dia, perlu diingat juga bahwa ada beberapa anak-anak, khususnya balita, yang memang sangat rentan terhadap kedelai. "Jadi, kalau membuat makanan olahan kedelai, mohon diperhatikan dulu apakah anak-anak yang diberi konsumsi itu memiliki alergi atau tidak," ujarnya.

Ia menjelaskan pelatihan ini memiliki dua tujuan utama yaitu untuk meningkatkan keterampilan para kader PKK dalam pengolahan bahan pangan lokal dan mendorong ekonomi keluarga melalui potensi usaha rumahan berbasis olahan kedelai, seperti tahu, tempe, susu kedelai, hingga makanan ringan lainnya.

"Pelatihan ini menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi keluarga, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan ekonomi melalui inovasi pangan lokal," katanya. Kalau memang bagus, langkah kreatif ini dapat ditiru daerah lain agar masyarakat terpenuhi kebutuhan proteinnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Rona
Film Dokumenter Lisa Blackp...
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.