Investor Bingung! Kesepakatan Dagang AS-Tiongkok Capai Kemajuan Positif, IHSG Tetap Tak Bergairah
📅 Senin, 22 Sep 2025, 17:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/ Fauzan.
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah di tengah tercapainya kesepakatan antara AS dan Tiongkok. Hal itu menunjukkan sentimen global positif belum cukup menahan tekanan domestik.
Investor cenderung wait and see karena faktor internal, seperti ketidakpastian fiskal, pelemahan rupiah, dan potensi perlambatan konsumsi, masih membayangi pasar.
Meskipun kesepakatan dagang dua raksasa ekonomi dunia dapat meredakan ketegangan global, arah IHSG tetap ditentukan oleh kombinasi faktor eksternal dan fundamental dalam negeri yang memengaruhi persepsi risiko investor.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (22/9) sore, ditutup melemah 11,08 atau 0,14 persen ke posisi 8.040,04 di tengah adanya kesepakatan yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 6,10 poin atau 0,75 persen ke posisi 803,89.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Pelaku pasar menyambut baik dua pemimpin tinggi yaitu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping yang melakukan pembicaraan via telepon. Trump menyebut Xi Jinping telah menyetujui kesepakatan terkait aplikasi media sosial TikTok ,” sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta.
Pemerintah Tiongkok dalam pernyataan resmi menghormati keputusan bisnis perusahaan, dan berharap negosiasi dilakukan berdasarkan aturan pasar, hukum yang berlaku, serta prinsip non-diskriminatif. Selanjutnya, pelaku pasar menantikan detail kesepakatan kedua negara tersebut.
Di sisi lain, pelaku pasar merespon kebijakan moneter Bank Sentral Tiongkok (PBOC), sebelumnya pasar merespon setelah pemangkasan suku bunga The Fed, dengan isyarat pelonggaran lebih lanjut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bank Sentral Tiongkok (PBOC) mempertahankan suku bunga acuan pinjaman utamanya Loan Prime Rate (LPR) satu tahun, yang menjadi acuan sebagian besar pinjaman korporasi dan rumah tangga, tetap di 3,0 persen, sementara LPR lima tahun, acuan utama untuk hipotek, tetap di 3,5 persen.
Keputusan itu sebagai bentuk kehati-hatian dengan harapan bahwa otoritas akan mempertahankan kondisi kredit dan mendukung perdagangan regional dan keputusan ini diambil di tengah data ekonomi terbaru yang menunjukkan potensi perlambatan aktivitas domestik, memperkuat ekspektasi bahwa kebijakan moneter akan tetap akomodatif.
Dari dalam negeri, pelaku pasar menyoroti risiko arus keluar modal setelah Bank Indonesia (BI) menyampaikan aliran modal asing keluar dari pasar keuangan dalam negeri (capital outflow) sepanjang pekan ketiga September 2025 sebesar Rp8,12 triliun.
BI mengungkapkan keluarnya asing dari pasar keuangan dalam negeri, menjadikan premi risiko investasi di Indonesia tercatat meningkat.
Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor menguat yaitu dipimpin sektor Industri yang menguat sebesar 1,98 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor barang baku yang naik masing-masing sebesar 1,50 persen dan 1,14 persen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!