Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Infeksi Amuba, Ahli Sarankan Berenang di Air Tawar Bersih

📅 Senin, 22 Sep 2025, 17:30 WIB | Oleh:
Cegah Infeksi Amuba, Ahli Sarankan Berenang di Air Tawar Bersih Doc: ANTARA/Sizuka
Ket. Ilustrasi berenang, pastikan di kolam dengan air yang terkelola baik untuk menghindari infeksi amuba.

JAAKRTA - Epidemiolog Dr. Dicky Budiman B. Med., MD., MscPH, Ph.D menyarankanmasyarakat tidak menggunakan air tawar di daerah sanitasi dan kualitas air yang buruk untuk berenang agar terhindar dari infeksi amuba yang dapat menyerang otak.

“Hindari berenang, menyelam di air tawar hangat yang tidak jelas pengelolaannya, kemudian apalagi di pegunungan yang tidak jelas ya jangan mengambil risiko,” kata Dicky kepada Antara, Senin (22/9).

Peneliti dari Universitas Griffith, Australia itu mengatakan, kasus infeksi otak yang saat ini merebak di India karena amuba Naegleria fowleri terdapat pada air tawar hangat sekitar 25-40 derajat di kolam, danau atau sungai. Ia menyebut, iklim yang cukup mirip dengan Indonesia menjadikan amuba ini juga dapat bertumbuh di air tawar negara ini.

Air tawar yang ditemukan di daerah dengan kualitas air buruk bisa berisiko mengandung berbagai mikroorganisme patogen, bukan hanya naegleria fowleri, namun juga bakteri penyebab diare, tifus, ataupun bakteri leptospira.

Amuba atau bakteri ini bisa menyebabkan gejala penurunan kesadaran, kejang atau sakit kepala jika masuk melalui hidung saat berenang atau saat irigasi hidung dan menembus saraf otak.

Namun ia menyebut masyarakat Indonesia tidak perlu panik karena kasus ini jarang ditemukan di Indonesia, meskipun infeksinya bisa menyebabkan kematian sebesar 95 persen.

Dicky mengatakan masyarakat bisa menggunakan air tawar untuk kebutuhan sehari-hari asal diolah dengan baik dan menjaga kematangan air jika ingin dikonsumsi. Selain itu, gunakan air matang atau air steril jika ingin mencuci hidung.

“Pertama jangan panik, ini penyakitnya sangat jarang meskipun kalaupun ada jadi fatal, dan air konsumsi rumah tangga, PDAM, air galon, air matang itu relatif aman ya jadi jangan khawatir, amuba ini tidak berbahaya kalau tertelan lewat mulut karena asam lambung akan mematikannya,” kata Dicky.

Di samping itu, pemerintah juga bisa melakukan pengawasan yang lebih baik pada kualitas air kolam atau taman air di fasilitas umum, dan juga meningkatkan literasi masyarakat supaya lebih sadar akan penyakit langka ini sebagai mitigasi. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.