Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bosan Diprovokasi, Menlu Inggris Tegaskan NATO Siap Kapan Saja Duel Udara dengan Russia

📅 Senin, 22 Sep 2025, 23:40 WIB | Oleh:

Dia mengakhiri dengan poin yang lebih luas:

"Saya sekali lagi mendesak Rusia, sebagai anggota tetap Dewan ini, untuk menjunjung tinggi perdamaian dan keamanan internasional, menghormati kedaulatan negara-negara tetangganya, dan menghentikan pelanggaran wilayah udara mereka. Dan saya menyerukan Rusia untuk bernegosiasi langsung dengan Ukraina guna mengakhiri perang tersebut."

Russia menyanggah

Atas reaksi tersebut, perwakilan Kremlin Dmitry Polyanskiy,  mengecam Eropa dengan istilah 'kebencian primitif' dengan menyebarkan kebohongan tentang Russia. 

Dia tidak membuang waktu dan langsung menyerang dengan mengatakan bahwa "hilang untuk selamanya" adalah masa ketika Eropa dikaitkan dengan Renaisans, pencerahan, budaya, dan sains, karena dia malah menuduhnya sebagai "kebencian primitif" terhadap Rusia.

Dia mengatakan bahwa “Voltaire, Rousseau, Kant” digantikan oleh “von der Leyens, Kallases, Johnsons dan kaum Russophobes lainnya yang picik.”

"Berkat upaya mereka, kebencian primitif terhadap negara kita dalam upaya menggambarkan Russia sebagai ancaman utama bagi keamanan pan-Eropa, di depan mata kita sendiri, menjadi satu-satunya ideologi negara-negara Eropa," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa “semua peristiwa langsung ditafsirkan melalui kacamata anti-Rusia,” dengan “gagasan bahwa perang dengan Rusia tidak dapat dihindari terus menerus ditanamkan ke dalam benak penduduk Eropa.

Ia menuduh Eropa “menyebarkan kebohongan yang nyata” dengan “paranoia … mencapai tingkat yang belum pernah terlihat sebelumnya.”

Mengacu pada pertemuan DK PBB sebelumnya mengenai serangan pesawat nirawak Russia ke Polandia, ia mengatakan tuduhan Polandia terhadap Rusia dua minggu lalu “tidak berdasar” dan diajukan tanpa “satu pun bukti.”

Ia mengatakan Polandia menolak tawaran Rusia untuk berkonsultasi mengenai drone, dan menyerang Warsawa karena menggunakannya sebagai "dalih untuk gelombang baru kampanye Russophobia yang mereka lakukan."

Ia mengatakan tuduhan Estonia adalah bagian dari “tontonan yang sama berjudul 'salahkan Rusia atas segalanya'.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Kolaborasi Lintas Subsektor...
Nasional
Obligasi Daerah Jangan Jadi...

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

02 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.