Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkot Bandarlampung Latih Penjamah Makanan SPPG Antisipasi Insiden Keracunan

📅 Minggu, 21 Sep 2025, 18:15 WIB | Oleh:
Pemkot Bandarlampung Latih Penjamah Makanan SPPG Antisipasi Insiden Keracunan Doc: ANTARA/Dian Hadiyatna
Ket. Pemkot Bandarlampung berikan pelatihan keamanan pangan bagi penjamah makanan siap saji di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Bandarlampung, Minggu (21/9).

BANDARLAMPUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung melakukan pelatihan keamanan pangan siap saji bagi penjamah makanan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kota itu.

"Pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pengawasan sekaligus meningkatkan kapasitas para penjamah makanan yang menjadi ujung tombak dalam menjaga kualitas pangan di lapangan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung Muhtadi Arsyad Temenggung, di Bandarlampung, Minggu (21/9).

Ia mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan imbas dari adanya insiden keracunan yang menimpa ratusan siswa SMP dan SD di Kecamatan Sukabumi beberapa waktu lalu.

“Pelatihan keamanan pangan siap saji bagi penjamah makanan di SPPG MBG ini sangat penting, karena mereka berada di garda terdepan dalam menjaga mutu dan keamanan makanan yang dikonsumsi penerima manfaat,* kata dia.

Ia mengatakan, dengan pengetahuan dan keterampilan yang diberikan dalam pelatihan ini, risiko keracunan atau penyakit bawaan makanan dapat ditekan. Hal ini juga sebagai antisipasi agar kejadian keracunan tidak terulang kembali.

"Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu agenda strategis pemerintah pusat maupun daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Sehingga keamanan makanan harus tetap dijaga agar benar-benar layak dikonsumsi oleh anak-anak," kata dia.

Ia mengatakan dalam pelatihan tersebut, para penjamah makanan diberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya penerapan higiene dan sanitasi pangan secara konsisten.

"Mulai dari proses penerimaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, penyajian, hingga distribusi makanan kepada siswa harus mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," kata dia.

Menurutnya para penjamah makan perlu diberikan edukasi tersebut sebab, keberhasilan program MBG tersebut tidak hanya bergantung pada kecukupan gizi, tetapi juga pada jaminan keamanan pangan.

“Maka dari itu makanan yang tidak memenuhi standar keamanan berpotensi menimbulkan penyakit bawaan makanan (foodborne diseases) dan mengancam kesehatan masyarakat. Oleh sebab itu, aspek keamanan pangan tidak boleh diabaikan dalam penyelenggaraan program MBG," kata dia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.