Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Liem Swie King: Latihan Atlet Bulu Tangkis Tanah Air Kurang Keras

📅 Minggu, 21 Sep 2025, 17:15 WIB | Oleh:
Liem Swie King: Latihan Atlet Bulu Tangkis Tanah Air Kurang Keras Doc: ANTARA/Aditya Ramadhan
Ket. Legenda bulu tangkis Indonesia Liem Swie King memberikan keterangan pada media di GOR Djarum Kudus, Minggu (21/9).

KUDUS - Legenda bulu tangkis Indonesia Liem Swie King menilai latihan yang dijalani atlet bulu tangkis Tanah Air saat ini tidak sekeras era 1970–1980-an, sehingga berdampak pada daya tahan fisik mereka ketika bertanding di level dunia.

Menurut King, banyak pemain sekarang kehabisan tenaga ketika harus bermain hingga rubber game. Hal ini menunjukkan program latihan fisik mereka tidak seintensif generasi sebelumnya.

"Latihannya kurang keras ya. Saya sekarang dengar kalau rubber set, pemain Djarum atau pemain nasional kita juga banyak habis fisiknya. Itu artinya kurang keras latihannya," kata King di GOR Djarum Kudus, Minggu (21/9).

Ia membandingkan dengan metode latihan yang dijalani semasa muda. Saat itu, menu latihan fisik sangat berat, termasuk lari jarak jauh secara rutin.

"Dulu saya seminggu sekali itu lari 25 kilo kok. Terus dites 12 menit itu berapa puter stadion ya. Dulu delapan setengah puter, sekarang saya rasa nggak ada yang bisa segitu," ucap King.

Peraih tiga gelar All England tersebut juga menyoroti mental disiplin atlet masa kini. Menurutnya, banyak pemain yang kurang motivasi dan sering mengurangi porsi latihan yang diberikan pelatih.

"Pokoknya jangan takut capek, jangan takut menyerah. Banyak pemain sekarang dikasih program sekian kilo, ada yang nyuri-nyuri. Ya jangan begitu, soalnya kita latihan buat kita sendiri," kata King.

Meski mengakui skill atlet junior saat ini lebih baik dibanding generasi sebelumnya, King tetap heran mengapa prestasi di level senior saat ini belum menonjol.

Ia menilai pemain usia dini di Indonesia justru sudah menunjukkan teknik luar biasa, bahkan melampaui kualitas dirinya ketika masih remaja.

"Aduh, gila pemain umur 15-an kok sebagus ini. Padahal, saya sendiri dulu nggak sebagus ini gitu lho. Sekarang menurut saya sudah bagus banget. Cuma pertanyaannya, kenapa dewasanya nggak bisa muncul jadi juara dunia? Itu, saya selalu tanya. Saya sendiri belum dapat jawaban yang tepat," katanya.

Ia menyebut ada perdebatan di kalangan pelatih mengenai apakah latihan keras sejak usia sangat muda baik untuk perkembangan atlet. Sebagian berpendapat latihan berat sejak U-13 dan U-15 bisa merusak, namun King justru melihatnya sebagai hal positif.

"Kalau menurut saya, harusnya hasilnya akan lebih baik dengan mereka start lebih dini," katanya.

Menurutnya, dengan latihan yang lebih keras dan disiplin yang tinggi, kualitas luar biasa yang dimiliki atlet junior Indonesia saat ini akan mampu diterjemahkan menjadi prestasi di level dunia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Mutasi Polri, Pejabat Divpr...
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.