Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamendikdasmen Mengajak Orang Tua untuk Membudayakan Gemar Membaca Anak Sejak Dini

📅 Jumat, 19 Sep 2025, 17:25 WIB | Oleh:
Wamendikdasmen Mengajak Orang Tua untuk Membudayakan Gemar Membaca Anak Sejak Dini Doc: Antara
Ket. Fajar Riza Ul Haq

Jakarta - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengajak para orang tua di tanah air untuk mulai aktif menanamkan budaya membaca sejak dini kepada anak-anak.

Menurut Wamen Fajar, budaya membaca itu bernilai penting dalam pembentukan karakter, literasi, dan kualitas generasi mendatang, terutama di tengah potensi kemunculan dampak serius dari transformasi teknologi dan maraknya scroll culture atau budaya menggulir konten digital secara terus-menerus, yang mengubah perilaku membaca generasi muda.

“Anak-anak sekarang lebih suka video pendek dan bacaan singkat, padahal tingkat gemar membaca kita baru 20–25 persen. Artinya, hanya satu dari lima orang Indonesia yang suka membaca. Ini tantangan besar yang harus kita jawab bersama,” ujar Wamen Fajar dalam Sosialisasi Sistem Informasi Buku Indonesia (SIBI) dan bedah buku Garuda Gaganeswara: Teka-Teki Jalan Lurus Melingkar karya Ary Nilandari yang digelar di Bandung, Jawa Barat, Jumat.

Berikutnya, Wamen Fajar menyampaikan untuk menghadapi tantangan era scroll culture, Kemendikdasmen di bawah kepemimpinan Mendikdasmen Abdul Mu'ti berupaya mengatasi persoalan tersebut dengan mengenalkan pendekatan pembelajaran mendalam.

“Pak Menteri Abdul Mu'ti selalu mengingatkan bahwa pembelajaran mendalam bukan sekadar banyaknya buku yang dibaca atau materi yang dipelajari, melainkan juga memahami isi bacaan dan mendalami materi, menghubungkannya dengan dunia nyata, dan melatih berpikir kritis serta imajinasi anak-anak. Ini cara kita mengatasi dampak scroll culture di tengah banjirnya konten yang kurang mendidik” kata dia menjelaskan.



Selain itu, di tengah berbagai tantangan tranformasi teknologi saat ini, ia juga menegaskan bahwa Kemendikdasmen berkomitmen untuk terus berupaya menguatkan budaya literasi melalui penyediaan buku berkualitas dan pemanfaatan SIBI, platform buku teks dan nonteks yang terkurasi, aman, dan relevan.

Namun menurutnya, meski e-book mempermudah akses, tetapi buku cetak tetap penting untuk meningkatkan pemahaman pembaca.



“Banyak riset menunjukkan pemahaman membaca melalui buku cetak lebih baik. Oleh karena itu, perpaduan buku cetak dan digital penting untuk mendorong pembelajaran mendalam yang sedang kami galakkan,” ujarnya, dikutip dari keterangan yang diterima di Jakarta.

Di akhir sambutan, Wamen Fajar berpesan bahwa membangun budaya gemar membaca tidak bisa hanya mengandalkan sekolah dan guru.

“Mari budayakan membaca sehari satu lembar atau satu bab di rumah. Mencintai buku adalah mencintai ilmu. Dengan kebiasaan ini, kita akan melahirkan generasi berkualitas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Kekeringan dan Gelombang Pa...
Rona
Tips Mengelola Bisnis Tempa...
Olahraga
Laga Pramusim: Liverpool Ta...

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.