Aku Menentukan Waktu Mati: Penulis Anak Kanada Pilih Bunuh Diri Medis Demi Martabat!
📅 Jumat, 19 Sep 2025, 09:52 WIB | Oleh: Alfina FebriyanaTopik ini menyentuh ranah etika, hukum, dan emosi, antara hak memilih atas tubuh dan hidup sendiri, serta kekhawatiran akan penyalahgunaan atau tekanan sosial terhadap kelompok rentan.
Di sisi lain, isu kesehatan jiwa juga mendapatkan perhatian, depresi dan keinginan untuk mengakhiri hidup adalah sinyal bahaya yang harus ditangani serius.
Jika kamu atau orang terdekat sedang bergulat dengan depresi atau pikiran untuk bunuh diri, carilah bantuan profesional segera, psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan jiwa.
Di Indonesia, akses konsultasi online gratis dapat ditemukan di Healing119.id.
Sebaiknya Anda baca juga:
Keputusan Robert Munsch membuka kembali perdebatan global tentang batas hak individu, martabat dalam kematian, dan peran negara dalam mengatur akhir hidup.
Robert Munsch memilih menutup bab hidupnya dengan cara yang menurutnya paling manusiawi, sebuah keputusan yang memaksa kita semua mempertanyakan, seberapa jauh kebebasan memilih di ujung hayat itu dapat dan harus diberi ruang?
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!