Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pengamat Hukum dan Pembangunan Pertanyakan Kasus Pagar Laut Bekasi Berhenti di Tersangka

📅 Kamis, 18 Sep 2025, 03:55 WIB | Oleh:
Pengamat Hukum dan Pembangunan Pertanyakan Kasus Pagar Laut Bekasi Berhenti di Tersangka Doc: Dok. Pribadi

JAKARTA – Kasus pagar laut di Desa Segarajaya, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, hingga kini dinilai belum menunjukkan perkembangan berarti meski Bareskrim Polri telah menetapkan sembilan orang tersangka. Mereka terdiri dari mantan kepala desa, kepala desa aktif, perangkat desa, hingga petugas ukur dan operator komputer. Namun, tidak satu pun yang ditahan dengan alasan masih kooperatif.

Pengamat Hukum dan Pembangunan, Hardjuno Wiwoho, menilai lambannya penanganan perkara ini bisa menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum. “Jangan sampai kasus ini berhenti hanya di penetapan tersangka. Publik menunggu kepastian hukum yang tegas, apalagi menyangkut aset negara dan akses masyarakat nelayan,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima redaksi, Kamis (18/9).

Menurut Hardjuno, konstruksi perkara harus segera dipastikan agar tidak menimbulkan tafsir berbeda. Pemalsuan dokumen sertifikat dapat dijerat Pasal 263 KUHP, sementara adanya penyalahgunaan wewenang dan potensi kerugian negara seharusnya diproses dengan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi sebagai lex specialis.

Ia menegaskan bahwa perbedaan tafsir antara penyidik dan jaksa justru memperlambat penyelesaian kasus. “Berkas perkara tidak boleh bolak-balik terus. Koordinasi intensif antara Polri dan Kejaksaan mutlak diperlukan agar ada kepastian hukum,” kata Hardjuno.

Hardjuno menambahkan, secara normatif perkara ini sudah cukup kuat untuk dilanjutkan ke tahap persidangan. “Keadilan tidak boleh tertunda. Penundaan hanya akan memperburuk kepercayaan publik terhadap institusi hukum,” tegasnya.

Ia menilai kasus pagar laut Bekasi bukan sekadar soal sengketa sertifikat, tetapi menyangkut tata kelola lahan pesisir yang strategis. “Kasus ini harus menjadi momentum membenahi tata kelola lahan agar lebih transparan, adil, dan berpihak pada masyarakat kecil,” kata Hardjuno.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

14 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...

Kejagung Resmi Tahan Mantan Pejabat BGN

44 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.