Asian Games Aichi-Nagoya 2026: Jepang Genjot Promosi Jelang Hitung Mundur Setahun
📅 Kamis, 18 Sep 2025, 09:45 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
TOKYO, JEPANG – Panitia penyelenggara mengakui kesadaran publik terhadap Asian Games Aichi-Nagoya “masih perlu ditingkatkan”. Dengan hari Jumat (19/9) menandai setahun jelang pembukaan pesta olahraga terbesar di Asia itu, Jepang kini berupaya menggenjot gaung perhelatan.
Edisi sebelumnya di Hangzhou, Tiongkok, yang sempat tertunda pandemi pada 2023, menghadirkan sekitar 12.000 atlet, menjadi Asian Games terbesar sepanjang sejarah dengan jumlah peserta lebih banyak dibanding Olimpiade.
Tuan rumah Jepang berharap edisi mendatang juga mencuri perhatian. Para atlet rencananya akan ditempatkan di “desa terapung” kapal pesiar dan akomodasi kontainer pengapalan yang diubah menjadi hunian sementara.
Kazuhiro Yagi, Wakil Sekretaris Jenderal Panitia Penyelenggara Asian Games Aichi-Nagoya, mengatakan kepada AFP bahwa atmosfer euforia belum sepenuhnya terasa. Namun, ia yakin antusiasme akan meningkat dalam 12 bulan ke depan.
“Kesadaran publik terhadap Asian Games memang perlu lebih tinggi,” ujarnya. “Itu sebagian karena masih ada waktu setahun lagi, dan sebagian karena sejumlah ajang olahraga internasional seperti Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina dan Piala Dunia FIFA akan berlangsung sebelum itu. Tapi kami tidak akan menunggu semua selesai, kami akan proaktif menyebarkan pesan ini,” tambahnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sekitar 15.000 atlet dan ofisial diperkirakan hadir dalam Asian Games yang digelar di Kota Nagoya dan Prefektur Aichi pada tanggal 19 September hingga 4 Oktober 2026. Untuk menekan biaya, sebagian peserta akan menghuni kapal pesiar mewah, sementara lainnya ditempatkan di hunian kontainer sementara.
Sabtu ini, panitia resmi meluncurkan hitung mundur dengan rangkaian ekshibisi, termasuk BMX dan basket tiga lawan tiga.
Venue pertandingan tersebar luas, termasuk cabang renang yang akan digelar di Tokyo, berjarak hampir 350 kilometer dari Nagoya. Stadion utama, Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium, dijadwalkan rampung Maret 2026 dengan kapasitas 30.000 penonton.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Persiapan berjalan lancar,” kata Yagi. “Kami akan terus mempercepat persiapan di semua lini demi menyediakan panggung utama bagi para atlet terbaik Asia untuk menampilkan performa puncak.”
Asian Games dikenal dengan ragam cabang unik, memadukan olahraga regional seperti sepak takraw dan kabaddi dengan cabang Olimpiade seperti atletik dan renang. Tahun depan juga menjadi debut mixed martial arts (MMA), yang diharapkan menarik minat generasi muda.
Selain itu, selancar juga untuk pertama kalinya dipertandingkan, sementara beberapa cabang seperti bridge, catur, dan dragon boat dihapus. Esports kembali dipertandingkan setelah sukses besar di Hangzhou, ketika ribuan penonton memenuhi arena futuristik berkapasitas 4.500 kursi demi menyaksikan bintang-bintang seperti gamer Korea Selatan, Lee “Faker” Sang-hyeok.
Cabang kriket tetap dipertahankan, dengan Jepang berencana membangun stadion permanen sebagai warisan di negara yang identik dengan bisbol.
Dalam Asian Games Hangzhou, Tiongkok tampil dominan dengan raihan medali lebih dari dua kali lipat dibanding Jepang, termasuk empat kali lipat jumlah emas. Sejumlah juara bahkan melanjutkan sukses mereka di Olimpiade Paris 2024, seperti bintang tenis Zheng Qinwen dan perenang Pan Zhanle.
Perhatian besar juga tertuju pada Yu Zidi, perenang Tiongkok berusia 12 tahun yang mencetak sejarah sebagai peraih medali termuda di kejuaraan dunia pada Juli lalu. Yu diprediksi menjadi salah satu bintang besar di Aichi-Nagoya, sekaligus menjadikan ajang ini batu loncatan menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!