Lapas Talu Kembangkan Kemandirian Warga Binaan Lewat Program Bertani dan Budidaya Ikan
📅 Rabu, 17 Sep 2025, 13:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara Foto
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Talu di Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat latih kemandirian warga binaan atau narapidana dengan latihan bercocok tanam dan budidaya lele.
"Kegiatan program ketahanan pangan secara rutin kita lakukan. Program ini tidak hanya menjadi solusi atas isu ketersediaan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan," kata Kepala Lapas Kelas III Talu Supar di Simpang Empat, Selasa.
Menurutnya para warga binaan dilibatkan secara aktif dalam proses bercocok tanam dan budidaya ikan air tawar.
Pihaknya berupaya memanfaatkan lahan kosong yang ada di sekitar perkantoran dan perumahan yang ada.
"Dengan memanfaatkan lahan kosong maka bisa nanti menghasilkan pangan yang bisa menopang kebutuhan sehari-hari," katanya
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menyebutkan beberapa komoditas pertanian yang dibudidayakan meliputi sayuran seperti, kacang panjang, terong, labu siam, kangkung, serta tanaman hortikultura lainnya.
Sementara itu, di sektor perikanan, Lapas Talu telah berhasil mengembangkan kolam budidaya ikan lele.
Dia menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang bertujuan memberikan bekal keterampilan kepada warga binaan.
"Kami ingin mereka memiliki kemampuan yang bisa dimanfaatkan setelah bebas nanti. Selain itu, hasil panen dan budidaya ikan juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan internal maupun dijual sebagai pemasukan untuk negara," ujarnya.
Upaya mendukung ketahanan pangan itu, katanya, juga melibatkan kerja sama dengan instansi terkait seperti Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan setempat.
Instansi itu memberikan pelatihan teknis serta pendampingan secara berkala. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas produksi sekaligus membangun semangat kewirausahaan di kalangan warga binaan.
Dengan program ini, katanya lagi, Lapas Kelas III Talu tidak hanya mendukung ketahanan pangan secara lokal, tetapi juga turut serta dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang produktif dan berkelanjutan.
"Saat ini jumlah warga binaan pemasyarakatan Lapas Talu ada 193 orang. Berbagai pembinaan terus kita lakukan baik pembinaan rohani sampai pembinaan kerajinan dan keterampilan," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!