Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kadin Rapatkan Barisan, Dunia Usaha RI Tak Ingin Jadi Korban Gejolak Geopolitik

📅 Rabu, 17 Sep 2025, 18:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kadin Rapatkan Barisan, Dunia Usaha RI Tak Ingin Jadi Korban Gejolak Geopolitik Doc: ANTARA/ Maulana Surya
Ket. Ilustrasi - Pekerja menyelesaikan pesanan produk tekstil untuk ekspor di pabrik PT Sari Warna Asli Tekstil (Sari Warna) Solo, Jawa Tengah, Kamis (17/7/2025).

JAKARTA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperkuat konsolidasi internal sebagai langkah strategis menghadapi ketidakpastian geopolitik global.

Upaya ini mencerminkan pentingnya soliditas organisasi bisnis dalam menjaga kepercayaan pelaku usaha, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta memastikan dunia usaha tetap adaptif terhadap guncangan eksternal yang berpotensi menekan stabilitas ekonomi nasional.

'Karena itu, yang paling penting sejak awal tahun ini adalah konsolidasi internal. Kalau kita kompak di dalam, ke luar insya Allah kita bisa lebih memberikan manfaat dan sumbangsih,” kata Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie dalam pernyataan di Jakarta, Rabu (17/9).

Disampaikan Anindya, penguatan konsolidasi tersebut dilakukan melalui Silaturahmi dan Rapat Kerja Sama Dewan Pengurus Harian dan Dewan Pertimbangan di Jakarta, 16 September.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Kadin menyoroti persoalan ketidakadilan, kesenjangan, hingga kecemburuan sosial yang dirasakan masyarakat sebagai tantangan yang tidak bisa diabaikan.

Dijelaskan Anindya, meski perekonomian mulai menggeliat, Indonesia masih membutuhkan terobosan untuk memperluas lapangan kerja. Di sisi lain, ketidakpastian geopolitik global membuat situasi semakin rapuh.

Kadin Indonesia, lanjut Anin, juga rutin menggelar konsolidasi dengan Kadin perwakilan provinsi setiap pekan keempat tiap bulan, selain menghadiri Musyawarah Provinsi dan Rapat Pimpinan Provisi di daerah.

Hal ini katanya, dinilai penting karena penurunan transfer APBN ke daerah, dari Rp1.000 triliun menjadi Rp700 triliun, berpotensi memperlebar kesenjangan fiskal di daerah.

"Oleh karena itu dibutuhkan suatu terobosan supaya mereka bisa terus berkembang tanpa perlu untuk berpikir singkat seperti menaikkan PDB," katanya.

Lebih lanjut, dia juga menyoroti pentingnya pendampingan terhadap program-program pemerintah bernilai besar, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) Rp250 triliun, Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan Rp130 triliun, serta Koperasi Desa Merah Putih.

“Program pemerintah niatnya bagus, tapi eksekusinya harus dikawal. Di sinilah Kadin sebagai Indonesia Incorporated bisa memainkan perannya,” ujar dia.

Dalam hal investasi, Anindya menyebut masih ada sikap 'wait and see' di kalangan pelaku usaha. Namun, dia optimistis Danantara mampu meningkatkan iklim investasi dengan melibatkan pengusaha.

Senada dengan Ketua Umum Kadin, Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Arsjad Rasjid menegaskan pentingnya solidaritas pengusaha dari berbagai skala, termasuk UMKM, dalam mendukung penciptaan lapangan kerja.

"Di sini kita menyatakan soliditas daripada para pengusaha, dari yang besar sampai yang kecil, UMKM, bahwa bagaimana kita bisa memberikan solusi," kata Arsjad.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
    Mending naikin tarif sekalian, minimal tarif ojol 15-20 ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Ekonomi
RAPBN dan Nota Keuangan tah...
Daerah
Evakuasi kapal Mentawai Fas...
Daerah
Prosesi Maria Assumpta Nusa...
Megapolitan
Gubernur Pramono Lepas Pese...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

16 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.