Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dukungan Pembiayaan Pemerintah Makin Gairahkan Sektor Riil

📅 Rabu, 17 Sep 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Bank Mandiri pun berkomitmen menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor strategis seperti perkebunan dan ketahanan pangan, hilirisasi Sumber Daya Alam dan energi terbarukan, infrastruktur, layanan kesehatan, manufaktur, kawasan industri, serta Usaha Mikro Kecil dan Menengah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Bank Mandiri katanya secara bank only mencatat pencairan kredit untuk nasabah baru rata-rata 24,63 triliun rupiah dari total 45 triliun rupiah per bulan, yang menunjukkan tingginya minat pembiayaan dan potensi pertumbuhan sektor riil di tengah dukungan kebijakan Pemerintah.

Perseroan jelasnya telah menyalurkan pembiayaan sebesar 960,2 triliun rupiah ke sektor riil berorientasi ekspor dan padat karya, atau 71,88 persen dari total portofolio. Capaian itu menegaskan peran Bank Mandiri sebagai agen pembangunan dan mitra Pemerintah dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Apalagi, seluruh pembiayaan tetap dijalankan dengan prinsip kehati-hatian.

Memacu Penyaluran Kredit

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa meyakini penempatan dana itu bisa mendorong pertumbuhan ekonomi lewat likuiditas sistem keuangan. Dari pengalaman sebelumnya, kebijakan serupa mampu menggerakkan kredit sekaligus menjaga keseimbangan antara sisi permintaan dan penawaran.

“Jadi, ketika uang bertambah ke sistem, dua sisi akan bergerak. Yang pertama sebenarnya likuiditas bertambah kan. Itu otomatis pelan-pelan bunga di pasar akan turun. Tadinya orang menaruh uang di bank senang, karena bunganya tinggi pasti akan turun karena banknya juga kelebihan duit,” kata Purbaya.

Pengamat Kebijakan Publik Fitra, Badiul Hadi mengatakan, penempatan dana pemerintah di Himbara memang langsung memperkuat likuiditas perbankan seperti ditunjukkan naiknya rasio AL/DPK di atas ambang aman 20 persen.

“Dengan likuiditas yang lebih longgar, bank punya ruang lebih luas menyalurkan kredit ke sektor riil, terutama UMKM, infrastruktur, dan sektor prioritas. Hal ini sejalan dengan tujuan menjaga stabilitas sistem keuangan,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.