Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hampir 100 Ribu Warga Jepang Hidup Lebih dari 1 Abad, Rahasia Panjang Umurnya Gampang Ditiru!

📅 Selasa, 16 Sep 2025, 10:15 WIB | Oleh:
Hampir 100 Ribu Warga Jepang Hidup Lebih dari 1 Abad, Rahasia Panjang Umurnya Gampang Ditiru! Doc: Freepik
Ket. Ilustrasi warga Jepang

JAKARTA - Siapa sangka, Jepang kembali memecahkan rekor dunia! Negeri Matahari Terbit ini melaporkan jumlah warganya yang berusia 100 tahun atau lebih hampir menyentuh angka 100 ribu jiwa. Fenomena luar biasa ini bukan sekadar angka statistik, melainkan potret nyata bagaimana gaya hidup sehat dan budaya yang konsisten mampu memperpanjang usia manusia.Menurut data terbaru Kementerian Kesehatan Jepang, hingga September tercatat ada 99.763 orang yang berhasil melampaui usia satu abad. Yang lebih mengejutkan, 88% di antaranya adalah perempuan, seolah menegaskan bahwa kaum hawa di Jepang punya “jurus rahasia” untuk menaklukkan waktu.Tokoh paling senior saat ini adalah Shigeko Kagawa, seorang perempuan berusia 114 tahun dari Yamatokoriyama, Nara. Sedangkan pria tertua adalah Kiyotaka Mizuno, 111 tahun, yang tinggal di Kota Iwata, wilayah pesisir. Bayangkan, di usia sedemikian lanjut, mereka masih tercatat sebagai bagian masyarakat yang dihormati.Setiap tahun, pemerintah Jepang bahkan mengadakan tradisi istimewa menjelang Hari Lansia pada 15 September. Siapa pun yang baru saja menginjak 100 tahun akan menerima surat ucapan selamat langsung dari perdana menteri, lengkap dengan cangkir perak sebagai simbol penghargaan. Tahun ini saja, ada lebih dari 52 ribu orang yang memenuhi syarat menerima penghormatan tersebut.Lalu, apa sebenarnya rahasia panjang umur orang Jepang? Jawabannya ternyata tidak serumit yang dibayangkan. Pertama, mereka punya pola makan rendah daging merah namun kaya ikan dan sayuran. Kedua, tingkat obesitas di Jepang, khususnya pada perempuan, sangat rendah dibanding negara lain. Tak heran, risiko penyakit jantung dan kanker pun lebih kecil.Tak hanya soal makanan, gaya hidup aktif juga menjadi kunci. Orang Jepang terbiasa berjalan kaki, naik transportasi umum, dan rutin melakukan Radio Taiso, senam tiga menit sederhana yang sudah diwariskan sejak 1928. Gerakan kecil tapi konsisten ini terbukti menjaga kesehatan sekaligus memperkuat rasa kebersamaan di masyarakat.Namun, tak semua data centenarian mulus tanpa kontroversi. Pada 2010, pemerintah Jepang menemukan lebih dari 230 ribu nama warga yang tercatat berusia 100 tahun ke atas, tetapi tak bisa dilacak keberadaannya. Beberapa ternyata sudah meninggal puluhan tahun sebelumnya! Ada pula kasus keluarga yang sengaja menyembunyikan kematian kerabat demi terus menikmati uang pensiun.Terlepas dari kontroversi tersebut, Jepang berhasil menciptakan ekosistem yang mendukung warganya untuk hidup sehat, panjang umur, dan tetap aktif hingga usia senja. Sebuah pelajaran berharga yang bisa ditiru negara lain di tengah tantangan penuaan populasi global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

47 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

52 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.