Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

'Wayang Orang on The Street' Meriahkan Kota Lama Semarang, Wali Kota Ikut Manggung Jadi Sang Hyang Wenang

📅 Senin, 15 Sep 2025, 15:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
'Wayang Orang on The Street' Meriahkan Kota Lama Semarang, Wali Kota Ikut Manggung Jadi Sang Hyang Wenang Doc: ANTARA
Ket. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti tampil pada pergelaran "Wayang Orang on The Street" di kawasan Kota Lama Semarang, Minggu (14/9/2025).

SEMARANG - Pergelaran "Wayang Orang on The Street" yang mengangkat lakon "Sang Pinilih" berlangsung meriah di kawasan Kota Lama Semarang, tepatnya di persimpangan Sayangan, Minggu (14/9) malam.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti ikut mengambil peran sebagai tokoh Sang Hyang Wenang, beserta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dengan beragam peran dalam pergelaran tersebut.

Bekerja sama dengan Perkumpulan Wayang Orang Ngesti Pandowo Semarang, pergelaran "Wayang Orang on The Street" itu turut memeriahkan rangkaian Festival Kota Lama.

Lakon "Sang Pinilih" menceritakan tentang prajurit putri bernama Srikandi yang sangat terkenal dalam pewayangan tak gentar menghadapi peperangan melawan barisan pasukan Kurawa.

Bahkan, dalam peperangan yang dinamakan Kurushetra itu, Srikandi berhasil membunuh Bisma dengan bersenjatakan busur dan panah saktinya.

Agustina, Wali Kota Semarang yang ditemui usai tampil mengaku awalnya sempat agak grogi, sebab tidak menguasai bahasa Jawa halus yang biasa digunakan untuk pakem pewayangan.

"Untung teman-teman semuanya membantu. Dan, yang membuat tadi suasana cair karena kami diizinkan berinteraksi dengan penonton. Terus, boleh pakai bahasa Indonesia," katanya.

Yang pasti, ia berharap pesan yang diangkat dalam lakon pewayangan tersebut tersampaikan dengan baik, dan semakin meningkatkan kecintaan terhadap seni wayang orang, khususnya untuk anak-anak muda.

Menurut dia, pergelaran "Wayang Orang on The Street" di Kota Lama itu menjadi awalan untuk mendukung agar kesenian wayang orang yang salah satunya ada di Semarang dengan nama besar Ngesti Pandowo bisa bangkit kembali.

"'Wayang Orang on The Street' ini menjadi 'take off'-nya. Pemerintah Kota Semarang akan mendukung wayang orang untuk bisa bangkit kembali, salah satunya tadi ada janji dari para pemain wayang untuk bisa lebih sering membuat 'perform' di titik-titik mana pun," katanya.

Ia mencontohkan pertunjukan seni budaya di Bali sehingga berharap pergelaran wayang di Semarang menjadi pertunjukan yang gampang dicari dengan berbagai lakon yang disukai oleh penonton.

Selain itu, Agustina mengatakan bahwa Pemerintah Kota Semarang juga berencana untuk memberikan bantuan berupa perangkat pakaian atau kostum wayang kepada semua sanggar wayang di Kota Atlas pada 2026.

Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin menambahkan bahwa wayang orang bukan sekadar pertunjukan seni tradisional, melainkan juga sarana penting dalam pelestarian nilai-nilai luhur budaya bangsa.

"Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya 'Wayang Orang on The Street'. Pagelaran ini tidak saja sebagai upaya pelestarian budaya, tetapi juga sebagai episode untuk mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai moral kepada tiap generasi," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
Luar Negeri
WHO Serukan Negara-Negara C...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.