Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Siapa yang Masih Ingat Gurindam 12? Simak Alur Berikut

📅 Minggu, 14 Sep 2025, 19:00 WIB | Oleh:
Siapa yang Masih Ingat Gurindam 12? Simak Alur Berikut Doc: ist
Ket. taman gurindam 12

TANJUNGPINANG – Gurindam 12 adalah kumpulan semacam sajak karya Raja Ali Haji. Dia adalah seorang sastrawan, pahlawan nasional dan bangsawan dari Kesuktabab Lingga yang kini menjadi wilayah dari Provinsi Kepulauan Riau. Gurindam Dua Belas ditulis dan diselesaikan di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau. Kini kumpulan sajak ini menjadi nama kawasan wisata di tempat penulisan Gurindam 12, Pulau Penyengat.

Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPP) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengatakan seluruh pembiayaan pembangunan di atas sebagian lahan kawasan Gurindam 12 yang akan dilelang pemerintah daerah setempat dibebankan kepada pihak swasta. "Pemprov Kepri hanya menyiapkan lahan untuk di kelola pihak ketiga/swasta yang telah memenuhi persyaratan. Seluruh biaya pembangunan dibebankan kepada mereka," kata Kepala Dinas PUPP Kepri Rodi Yantari di Tanjungpinang, Minggu.

Pelaksanaan pembangunan, kata dia, tetap diawasi Dinas PUPP Kepri sehingga bangunan tersebut tetap memiliki unsur-unsur kearifan lokal budaya Melayu. Ia mengatakan hasil pembangunan kawasan nantinya dikelola pihak ketiga itu, meliputi tempat usaha kuliner makan dan minum serta area parkir.

Total tanah yang rencananya dikelola swasta, yakni lahan seluas 7.450 meter persegi dari total tanah milik Pemprov Kepri 148.600 meter persegi. Tanah seluas 7.450 meter persegi itu terdiri atas empat bidang tanah untuk area makanan dan minuman dengan total luas 2.000 meter persegi, meliputi Blok Dugong, Blok Dingkis, Blok Gong-Gong, Blok Napoleon, dan satu bidang tanah untuk area parkir 5.540 meter persegi untuk lahan parkir.

Ia menjelaskan rencana Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) Kawasan Gurindam 12 telah dilakukan kajian, sehingga pihak ketiga yang telah memenuhi persyaratan sebagai mitra KSP dapat melaksanakan kegiatan usaha dengan perjanjian pemanfaatan selama 30 tahun. Selain itu, katanya, pengelola dikenakan biaya sewa per tahun dan biaya bagi hasil keuntungan bersih ke Pemprov Kepri yang akan menjadi tambahan pendapatan asli daerah (PAD) setempat.

"Provinsi yang sudah pernah melaksanakan KSP yaitu Provinsi DI Yogyakarta dan saat ini sudah memberikan keuntungan dan tambahan PAD bagi pemerintah setempat," katanya. Selain sebagai upaya memperoleh PAD, katanya, alasan lain dilaksanakan lelang kawasan Gurindam 12 di Kota Tanjungpinang itu, untuk meningkatkan daya tarik kawasan yang menjadi wajah ibu kota Provinsi Kepri tersebut.

Dia menjelaskan pentingnya dilaksanakan penataan kawasan Gurindam 12 secara keseluruhan untuk menjadi daya tarik wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara. "Apabila semua pihak bersama-sama berkolaborasi membangun kawasan Gurindam 12, maka kawasan ini akan memiliki daya tarik kunjungan wisata dari dalam maupun luar negeri," demikian Rodi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

17 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

22 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.