Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gerakan Wegah Nyampah, Wali Kota Agustina Ajak Warga Jadi Penjaga Bumi di Kota Semarang

📅 Minggu, 14 Sep 2025, 13:23 WIB | Oleh:
Gerakan Wegah Nyampah, Wali Kota Agustina Ajak Warga Jadi Penjaga Bumi di Kota Semarang Doc: koran jakarta/dok
Ket. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti dalam Gerakan Semarang Wegah “Olah Sampah Organik Jadi Berkah” di Panti Wreda Wisma Lansia Harapan Asri, Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (13/9)

SEMARANG – Gerakan Semarang Wegah Nyampah semakin mendapat tempat di hati warga. Hal ini terlihat dalam kegiatan diskusi dan pelatihan bertema “Olah Sampah Organik Jadi Berkah” di Panti Wreda Wisma Lansia Harapan Asri, Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (13/9).

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, hadir langsung dan memberikan apresiasi atas peran serta masyarakat dalam mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan.

Menurutnya, kepedulian masyarakat yang secara mandiri mengelola sampah sejalan dengan program prioritas Pemkot Semarang, yaitu Semarang Bersih.

“Semangat warga luar biasa. Mereka tidak hanya mengikuti, tetapi juga menjadi bagian penting dalam gerakan Wegah Nyampah. Saya terharu melihat antusiasme ini,” ujarnya.

Pelatihan ini menekankan pentingnya mengurangi sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus menciptakan nilai ekonomi dari pengelolaan sampah. Agustina menyebut, pengumpulan dan pemilahan sampah bukan lagi pekerjaan yang dipandang sebelah mata.

“Dulu orang menyebut mulung atau bakul rosok. Sekarang, mereka bisa dengan bangga mengatakan ‘Saya penyelamat bumi, penjaga masa depan’,” tegasnya.

Lebih jauh, Agustina memaparkan bahwa Pemkot Semarang tengah menyiapkan teknologi pengolahan sampah di TPA Jatibarang untuk dua tahun ke depan.

Dengan kapasitas minimal 1.000 ton per hari, sampah akan diolah menjadi energi listrik melalui fasilitas insinerator.

Teknologi ini juga mampu mengurangi bau tidak sedap sehingga memberi manfaat langsung bagi warga sekitar.

Sebagai langkah memperbaiki citra kawasan TPA, Pemkot bahkan mengganti nama akses menuju lokasi tersebut menjadi Jalan YB Mangunwijaya.

Harapannya, TPA Jatibarang tidak lagi dipandang negatif, melainkan menjadi kawasan yang lebih tertata dan berpotensi menggerakkan ekonomi lokal.

Wali Kota juga mendorong agar semakin banyak organisasi masyarakat maupun LSM ikut terlibat dalam gerakan lingkungan ini.

Ia mengajak semua pihak untuk memperkuat jaringan aktivis dan komunitas peduli sampah agar dapat saling berbagi pengalaman.

“Terima kasih karena sudah ikut serta dalam menyelamatkan bumi. Mari bersama-sama kita wariskan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Verifikasi Calon Penerima Program Bedah Rumah Capai 300 Ribu Unit

Verifikasi Calon Penerima Program Bedah Rumah Capai 300 Ribu Unit

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.