Katalisator Baru Pertumbuhan, Kopdes Merah Putih Dukung Realisasi Ekonomi Tumbuh 8 Persen
📅 Sabtu, 12 Apr 2025, 09:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Astrid Faidlatul Habibah
SURABAYA - Target pertumbuhan ekonomi 8 persen adalah ambisius, tapi bukan mustahil. Namun, untuk mencapainya, dibutuhkan banyak faktor yang harus mendukung secara bersamaan.
Target ini realistis jika semua mesin pertumbuhan berjalan maksimal, mulai dari konsumsi, investasi, ekspor, hingga reformasi struktural. Karenanya, berbagai terobosan kebijakan perlu dilakukan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono menyatakan menyatakan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih akan mampu mendorong pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.
“Kalau Koperasi Desa bisa berdiri dan melakukan aktivitas secara baik Insya Allah pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen bisa tercapai,” kata Wamenkop Ferry Juliantono di Surabaya, Jawa Timur, Jumat.
Ferry menuturkan target pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen akan tercapai lantaran Kopdes Merah Putih dinilai mampu mendukung terjadinya aktivitas ekonomi yang masif di pedesaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal tersebut lantaran pendirian Kopdes Merah Putih merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memastikan keberpihakan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia termasuk masyarakat desa.
Melalui Kopdes Merah Putih, Presiden Prabowo Subianto mengarahkan agar sumber daya potensial tidak hanya dimiliki segelintir orang atau kelompok dan hanya orang-orang yang berada di kota.
Melainkan, harus ada distribusi aset maupun pekerjaan-pekerjaan produktif yang sampai ke masyarakat desa sehingga terjadi pertumbuhan ekonomi di desa yang pada akhirnya mempercepat pertumbuhan secara nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Tapi sekarang harus ada distribusi aset, distribusi apapun bentuk kerja-kerja produktif yang bisa di desa-desa sehingga muncul pertumbuhan ekonomi di sana,” kata Ferry.
Ia menyebutkan Kopdes Merah Putih akan diluncurkan pada Juli 2025 dengan melibatkan 80.000 desa/kelurahan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Meski terdapat kelurahan yang terlibat lantaran di beberapa kota besar tidak terdapat desa, ia memastikan pemerintah tetap memprioritaskan desa-desa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!