Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BNPB: Perubahan Perilaku Kunci Hadapi Risiko Bencana

📅 Sabtu, 13 Sep 2025, 18:45 WIB | Oleh:
BNPB: Perubahan Perilaku Kunci Hadapi Risiko Bencana Doc: RRI/Aditya Prabowo
Ket. Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati 

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menekankan perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci penting dalam mengurangi risiko bencana di Indonesia. Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati mengatakan, pemahaman terhadap lingkungan dan budaya yang berkaitan dengan risiko bencana perlu ditanamkan secara kolektif.

“Perubahan berperilaku yang menjadi budaya atau tradisi, harus dikaitkan dengan pemahaman terhadap alam lingkungan sehingga menimbulkan risiko bersifat sistemik. Artinya cascading dan collateral impact, atau berjenjang dan bermata rantai,” kata Raditya dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu (13/9).

Ia mencontohkan kejadian banjir di  Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) dan Puncak-Cianjur (Punjur) yang berulang setiap tahun. Ia juga menyoroti pentingnya kesiapan masyarakat dalam memahami sistem peringatan dini.

“Dengan siklus yang kita alami selama ini, ada beberapa kali kejadian banjir, jadi tidak lagi melihat wilayah administrasi. Ini sudah transboundary, bagaimana hulu sampai hilir melewati beberapa kabupaten, kota, bahkan provinsi,” ujar dia.

“Jabodetabek dan Punjur tidak bisa lagi menunggu kejadian baru, kita sibuk membersihkan lumpur atau seperti di Bali yang baru saja mengalami banjir dengan tingkat ketidakpastian tinggi. Bagaimana kita bisa memahami early warning system dan apakah masyarakatnya sudah paham bahwa mereka berada di kawasan berisiko,” papar dia.

Menurut dia, penanggulangan bencana tidak bisa lagi sebatas agenda formalitas atau konvensi. Untuk itu, forum-forum yang digelar bersama BNPB, MBPI, maupun ADEXCO harus benar-benar melahirkan kesadaran kolektif di tengah masyarakat.

“Ini bukan hanya sekadar konvensi, tapi momentum untuk membangun kesadaran bersama. Yang terpenting adalah bagaimana kita mampu mengubah perilaku agar siap menghadapi ancaman bencana dengan kesadaran penuh,” ujar dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.