Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Swasta–UMKM: Duet Wajib Agar Ekonomi RI Tak Jalan di Tempat

📅 Jumat, 12 Sep 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Swasta–UMKM: Duet Wajib Agar Ekonomi RI Tak Jalan di Tempat Doc: antara
Ket. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

JAKARTA – Langkah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang akan mendorong keterlibatan swasta perlu diimbangi kolaborasi dengan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)/ industri kecil dan menengah (IKM). Tujuannya, ekonomi masyarakat atau kalangan menengah bawah ikut tumbuh.

Pemerintah perlu ikut mengintervensi swasta bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar meningkatkan kerja sama dengan sektor UMKM/ IKM karema serapan tenaga kerja terbanyak ialah di sektor tersebut.

Direktur Mubyarto Institute, Awan Santosa menyarankan agar Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mendorong investasi UMKM yang terbukti dapat menciptakan lebih banyak lapangan kerja. "Terlebih proporsi investasi UMKM lebih dari separuh dari total investasi di Indonesia. Sehingga Menkeu perlu memunculkan berbagai terobosan agar investasi UMKM ini lebih berkembang lagi," ucap Awan, Kamis (11/9).

Adapun dukungan konkret pemerintah itu, ujarnya, bisa dalam bentuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), organisasi dan jejaring, serta fasilitasi akses ke pembiayaan, teknologi/ digital serta jaminan pasar. Khusus terkait jejaring dan kepastian pasar, pemerintah tegasnya perlu mendorong agar industri besar, baik swasta maupun BUMN (badan usaha milik negara) menjalin kemitraan dengan UMKM atau Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Sebelumnya, dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berkomitmen akan memacu investasi sebagai salah satu pilar penopang percepatan pertumbuhan ekonomi selain, konsumsi, ekspor dan belanja pemerintah. Untuk mewujudkan percepatan pertumbuhan itu, Menkeu akan menguatkan peran swasta dan Danantara sebagai sovereign wealth fund, agar percepatan investasi tak hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Kontribusi investasi dari Danantara diharapkan terus meningkat hingga tahun 2029, sejalan dengan meningkatnya kontribusi swasta,” kata Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Rabu (10/9).

Bangun Sinergitas

Sementara itu, peneliti ekonomi Core, Yusuf Rendi Manilet mengatakan, dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, keterlibatan sektor swasta merupakan langkah positif. "Hal ini menunjukkan APBN tidak dapat bekerja sendiri, melainkan memerlukan sinergi dengan sektor swasta agar kebijakan dari kedua sisi dapat saling melengkapi dan menggerakkan perekonomian secara optimal," ucapnya.

Dia menambahkan pemerintahan baru memiliki sejumlah program unggulan (flagship) yang membutuhkan pendanaan sangat besar. Kebutuhan dana tersebut, lanjutnya, jelas tidak bisa hanya ditopang oleh APBN, melainkan juga perlu melibatkan peran swasta melalui berbagai skema, seperti Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) maupun blended finance. Keduanya menuntut kolaborasi erat dengan pihak swasta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Dua Akses Disiapkan ke Stasiun Whoosh Karawang

24 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Dua Akses Disiapkan ke Stas...
Megapolitan
Kapolda: Polisi Harus Peka ...
Megapolitan
Tobat Ekologis Perkuat Adiw...
Luar Negeri
Ekspor Tiongkok Melonjak, A...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.