Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenko Pangan Yakin Swasembada Beras Bisa Tercapai Tahun Ini

📅 Kamis, 11 Sep 2025, 07:55 WIB | Oleh:
Kemenko Pangan Yakin Swasembada Beras Bisa Tercapai Tahun Ini Doc: antara foto
Ket. Deputi Bidang Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan Nani Hendiarti saat menjadi pembicara dalam kegiatan Katadata Sustainability Action for The Future Economy (SAFE) 2025 di Jakarta, Rabu (10/9).

JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) meyakini swasembada untuk komoditas beras bisa tercapai pada tahun ini, sehingga mendukung ketahanan pangan nasional.

"Kalau kita bilang swasembada untuk komoditas beras, sudah bisa tahun ini dicapai," kata Deputi Bidang Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan Nani Hendiarti saat menjadi pembicara dalam kegiatan Katadata Sustainability Action for The Future Economy (SAFE) 2025 di Jakarta, Rabu (10/9).

Menurutnya, tercapainya swasembada pangan, khususnya beras, pada tahun ini berkat program ekstensifikasi lahan dan kebijakan percepatan pembangunan kawasan pangan.

Pemerintah menekankan pemanfaatan lahan tidur sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas produksi nasional, sehingga ketersediaan pangan dapat terpenuhi tanpa bergantung pada impor.

Selain meningkatkan produksi, pemerintah juga menaruh perhatian serius pada dampak perubahan iklim, dengan memastikan ketahanan pangan tetap terjaga meski menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks.

Program ekstensifikasi dijalankan dengan prinsip ramah lingkungan, memastikan pembangunan sistem pangan tetap memperhatikan tata guna lahan, restorasi, dan keberlanjutan ekosistem pertanian secara nasional.

Pemerintah juga menyiapkan berbagai program tambahan, seperti makanan bergizi gratis dan penguatan koperasi desa, yang semuanya mendukung penguatan fondasi ketahanan pangan berkelanjutan.

Kebijakan swasembada pangan ini ditekankan sebagai bagian penting dari pembangunan ekonomi kerakyatan, di mana pangan ditempatkan sebagai pusat penggerak kesejahteraan masyarakat.

Kemenko Pangan menilai desa sebagai pusat ekosistem pembangunan pangan, sehingga penguatan desa menjadi kunci utama dalam mencapai target swasembada dan ketahanan pangan nasional.

Dengan optimisme yang tinggi, pemerintah menargetkan swasembada pangan tahun ini dapat benar-benar terwujud, membawa dampak positif bagi ketahanan nasional serta posisi Indonesia dalam kancah global.

Kemenko Pangan menegaskan swasembada bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga untuk mendukung negara-negara lain melalui bantuan internasional, meski kapasitas saat ini masih terbatas.

"Untuk ke depan kita mungkin juga harus berjaga untuk bisa men-support misalnya negara-negara yang sangat membutuhkan (beras) karena sekarang kita juga ada bantuan internasional namanya, tapi masih sedikit kuotanya," kata Nani.

Secara umum Kemenko Pangan merancang tiga bagian untuk mendukung swasembada pangan pertama intensifikasi meliputi penyediaan pupuk untuk petani; percepatan pembangunan, peningkatan, rehabilitasi serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi; pendayagunaan penyuluh pertanian; penyediaan bibit unggul; serta pangan biru.

Kedua yaitu ekstensifikasi meliputi pengembangan cetak sawah di wilayah lumbung pangan baru; percepatan pembangunan kawasan swasembada pangan, energi dan air. Ketiga program lainnya meliputi cadangan pangan pemerintah dan stabilisasi harga pangan; pengelolaan sampah, makan bergizi gratis; dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

26 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.