Etape Kedua Tour De EnteTe, Puluhan Pembalap Sisir Batas Nnegara
📅 Kamis, 11 Sep 2025, 20:35 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/Kornelis Kaha
KUPANG - Sebanyak 80 pembalap even olahraga internasional Tour De EnteTe 2025 menyisir batas negara di etape kedua pada Kamis (11/9), dengan menempuh jarak 144,7 kilometer dari halaman Kantor Bupati Timor Tengah Utara (TTU) di Kefamenanu menuju Atambua Square, Kabupaten Belu.
“Etape ini menjadi istimewa karena para pembalap melintasi dua Pos Lintas Batas Negara (PLBN), yakni PLBN Wini dan PLBN Mota’ain, sekaligus disuguhi panorama hutan, garis pantai utara, hingga bukit-bukit berbatu khas Pulau Timor,” kata Wakil Bupati TTU Kamilus Elu saat melepas para pembalap di halaman Kantor Bupati TTU, Kamis (11/9).
Menurut dia di Etape kedua itu bukan hanya lintasan balap, tetapi juga simbol persaudaraan di bumi Flobamorata.
Ia menambahkan, Tour De EnteTe bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan perayaan hidup, ketekunan, dan semangat pantang menyerah.
“Setiap kayuhan adalah doa, setiap keringat adalah daya tahan, dan setiap garis finis adalah kemenangan atas diri sendiri,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain jalur panjang, pembalap juga dihadapkan pada tanjakan kategori sedang di Silawan dengan puncak 389 meter di atas permukaan laut, yang diperebutkan untuk gelar King of the Mountain.
Kamilus berharap even ini mampu mengangkat pariwisata dan sport tourism NTT sekaligus mempererat persaudaraan lintas negara.
“Kehadiran para pembalap adalah penghormatan bagi kami, di balik panas matahari dan tanjakan perbukitan tersimpan undangan persahabatan yang tulus,” ujar dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan dukungan penuh atas terselenggaranya Tour De EnteTe.
“Syukur kepada Tuhan etape pertama sudah selesai dengan baik, hari ini kita memasuki etape kedua. Semua panitia terus koordinasi agar acara ini sukses,” ujarnya.
Melki menekankan bahwa selain sport tourism, Tour De EnteTe juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Hadiah bagi juara tidak hanya berupa uang, tetapi juga produk UMKM sebagai cara memutar roda ekonomi daerah,” katanya.
Ia menambahkan, ajang balap sepeda bertaraf internasional ini menjadi sarana promosi NTT di panggung dunia.
“Bukan hanya lintasan alamnya yang menawan, tetapi juga kreativitas dan kekayaan budaya daerah di setiap kabupaten yang dilintasi,” kata Melki.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!