Pembinaan Generasi Muda Gereja untuk Dukung Program Pemkab Jayawijaya
📅 Minggu, 20 Apr 2025, 21:30 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/HO-Humas Pemkab Jayawijaya
WAMENA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, Papua Pegunungan mendorong pembinaan generasi muda gereja guna mendukung program pemerintah.
Ribuan jemaat Gereja Kemah Injil Indonesia atau GKII Daerah Baliem Selatan Hitigima, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan mengikuti Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Pekabaran Injil (PI) di Lembah Baliem dan perayaan ini dihadiri Bupati Jayawijaya Atenius Murib dan beberapa pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Jayawijaya serta unsur forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) setempat.
Bupati Jayawijaya Atenius Murib dalam keterangan tertulis di Wamena, Minggu mengatakan pembinaan generasi muda gereja perlu ditekankan sehingga mereka dapat bertumbuh dan berkembang menjadi orang sukses di masa depan.
“Gereja harus menjadi sarana untuk dapat mengembangkan potensi diri generasi muda khususnya di GKII sehingga kader-kader dari gereja ini dapat tersebar di semua sektor baik kerohanian maupun pendidikan,” katanya.
Menurut Atenius, ke depan harus banyak kader-kader GKII berkembang, bertumbuh di bidang kerohanian maupun pendidikan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kami berharap tokoh-tokoh intelektual GKII di Papua Pegunungan ini untuk sama-sama berpikir untuk masa depan generasi muda gereja ini ke depan. Masa depan gereja ini sangat penting dan itu berada di pundak bapak dan ibu tokoh-tokoh intelektual,” ujarnya.
Dia menjelaskan momentum perayaan PI ke Lembah Baliem merupakan sesuatu yang sangat sakral bagi masyarakat di daerah ini.
“Momentum ini harus dihayati baik dan dipahami baik oleh pengurus gereja maupun generasi muda sehingga kader-kader GKII akan dapat berkembang dan membangun daerah ini,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menambahkan perayaan PI masih ada yang melaksanakannya di beberapa tempat, dan ini tidak boleh lagi terjadi ke depan.
“Kami sudah putuskan bahwa perayaan PI masuk ke Lembah Baliem diperingati tanggal 20 April setiap tahunnya. Dan mulai tahun 2026 perayaan PI harus diperingati satu kali atau difokuskan di satu tempat,” ujarnya.
Dia mengakui perayaan PI masuk ke Lembah Baliem tahun ini agak spesial karena momentumnya bersamaan dengan peringatan hari Paskah dan tepat hari Minggu.
“Momen ini sangat langka dan memang tidak pernah terjadi. Maka sebagai umat Tuhan, umat GKII maka hal ini merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa sehingga momen ini dapat terjadi saat ini,” katanya.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua GKII Wilayah IV Papua Pegunungan Pdt Marthen Asso mengatakan perayaan PI setiap tahun diselenggarakan oleh warga jemaat GKII di Kabupaten Jayawijaya maupun tujuh kabupaten lain di Papua Pegunungan.
“Kami juga berharap tahun depan perayaan PI dapat dilaksanakan di satu tempat atau dipusatkan di satu lokasi dan diperingati pada 20 April. Jangan lagi ada perayaan yang dilakukan di berbagai tempat,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!