Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sidang ke-80 Majelis Umum PBB Resmi Dibuka

📅 Rabu, 10 Sep 2025, 21:47 WIB | Oleh:
Sidang ke-80 Majelis Umum PBB Resmi Dibuka Doc: AFP
Ket. Markas Besar PBB di New York, AS.

NEW YORK - Sesi ke-80 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations General Assembly/UNGA) resmi dibuka oleh Annalena Baerbock, presiden baru Majelis Umum PBB, di kantor pusat PBB di New York pada Selasa (9/9) sore waktu setempat.

Tema sesi ke-80 UNGA, yang memperingati 80 tahun berdirinya PBB, adalah "Bersama Lebih Baik: 80 Tahun dan Seterusnya untuk Perdamaian, Pembangunan, dan Hak Asasi Manusia" (Better Together: 80 years and more for peace, development and human rights).

"Sesi ke-80 Majelis Umum bukanlah sesi biasa," ujar Baerbock dalam pidato pembukaannya pada sidang pleno pertama sesi ke-80 UNGA.

"Delapan puluh tahun. Lebih lama dari rata-rata panjang umur manusia. Biasanya hal ini akan menjadi momen untuk dirayakan, namun apakah kita benar-benar berada dalam suasana untuk merayakannya?" tanya presiden baru UNGA tersebut.

Para orang tua di Gaza menyaksikan anak-anak mereka kelaparan, anak perempuan di Afghanistan dilarang bersekolah, wanita di Darfur menyembunyikan putri-putri mereka agar terhindar dari pemerkosaan, penduduk di Kepulauan Pasifik melihat kenaikan permukaan laut dan ombak menerjang rumah mereka, serta 808 juta warga masih terjerat kemiskinan ekstrem, urai Baerbock.

"Alih-alih merayakan, seseorang kemungkinan bertanya, di mana PBB, yang dibentuk untuk menyelamatkan kita dari neraka?" tanya Baerbock.

Kendati demikian, dunia memerlukan PBB, dan PBB tetap menjadi organisasi satu-satunya yang dapat mempertemukan setiap negara di dunia, sekaligus satu-satunya pihak yang dapat bertindak dalam lingkup global, tegasnya.

Ini merupakan tahun untuk beradaptasi, berkembang, dan membangun PBB yang kita butuhkan untuk 80 tahun ke depan, demi kehidupan anak-anak kita, ujar presiden UNGA tersebut. "Ini merupakan momen untuk menunjukkan kepada delapan miliar orang alasan organisasi ini masih relevan."

Berpidato dalam pertemuan itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres menyampaikan bahwa delapan dekade yang lalu, para pendiri PBB bertemu di San Francisco, Negara Bagian California, AS, dan membayangkan "sesuatu yang berbeda", sebuah badan penyelesai masalah global yang tidak hanya mampu mencegah bencana seperti perang, tetapi juga merumuskan solusi atas persoalan lama yang menghantui umat manusia, yaitu kemiskinan, kelaparan, penyakit, dan ketidaksetaraan.

Upaya tersebut, yang dibangun oleh dunia untuk dunia, dan berlandaskan nilai dan prinsip Piagam PBB, merupakan inti dari Majelis ini, tutur Guterres.

Guterres menegaskan bahwa piagam PBB "tidak berlaku dengan sendirinya", sembari menambahkan pada hakikatnya, hal itu menuntut negara-negara melampaui kepentingan nasional mereka dan membangun kembali kepercayaan dan keyakinan antar satu sama lain, dan juga apa yang dapat dicapai oleh komunitas internasional melalui kolaborasi dan solidaritas.

"Dan, hal itu memerlukan kesadaran bahwa, meski kita tidak dapat menyelesaikan semua persoalan di dunia di sini, kita dapat bersatu mendukung solusi yang pada akhirnya akan membawa umat manusia lebih dekat ke dunia yang lebih baik, lebih adil, lebih damai, dan setara bagi semua pihak," ujar Guterres.

Pekan tingkat tinggi PBB akan dimulai pada 22 September dan berlangsung hingga 30 September.

Dalam kesempatan itu, para pemimpin dunia akan berkumpul untuk menghadiri Debat Umum dan serangkaian konferensi, termasuk Pertemuan Tingkat Tinggi untuk Memperingati 80 Tahun Pendirian PBB,

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

32 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.